Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Kemenhub Siapkan Strategi Atasi Hambatan Ekspor

Senin, 27 September 2021 | 17:12 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan strategi mengatasi hambatan ekspor produk dalam negeri, seperti kelangkaan kontainer, melambungnya ocean freight, serta tidak tersedianya ruang muat di atas kapal. Salah satu opsi yang didalami adalah pembentukan aliansi perusahaan pelayaran nasional (Indonesian Shipping Enterprises Alliance/Indonesia SEA).

"Saat ini Kemenhub tengah memformulasikan upaya yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi hambatan distribusi logistik untuk kegiatan ekspor. Salah satunya yaitu melalui pembentukan program Indonesian SEA," ungkap Menhub Budi Karya Sumadi dalam pernyataan resmi, Senin (27/9).

Budi menjelaskan, program ini merupakan pemberdayaan pelayaran nasional dengan membentuk sebuah aliansi perusahaan pelayaran nasional. Tujuannya agar perusahaan pelayaran nasional turut mengangkut kargo untuk pangsa pasar luar negeri atau ekspor yang selama ini lebih banyak dilakukan oleh armada asing.

"Adanya hambatan distribusi logistik untuk kegiatan ekspor, khususnya yang terjadi semenjak pandemi Covid-19, disebabkan karena beberapa hal, yaitu terjadinya kelangkaan kontainer, melambungnya ocean freight, serta tidak tersedianya ruang muat di atas kapal. Untuk itu, kami ingin mengurangi ketergantungan terhadap operator internasional," jelas Menhub.

Lebih lanjut, Menhub mengatakan, Kemenhub juga mengembangkan media komunikasi digital bernama Shipping Enterprises Alliance Communication Media (SEACOMM).

SEACOMM merupakan platform bagi perusahaan pelayaran dan eksportir yang dapat digunakan untuk bertukar informasi terkait ketersediaan ruang muat, kuantitas, dan jenis produk ekspor, asal produk ekspor, dan pengusaha ekspor. Sistem ini akan diintegrasikan di dalam sistem induk yang ada pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang dapat diakses melalui aplikasi berbasis web.

"Diharapkan dengan upaya sinergi ini dapat menjamin ketersediaan pasokan produk Indonesia di luar negeri dan dapat melancarkan kembali ekspor impor sehingga kegiatan perekonomian, khususnya UMKM dapat kembali bergerak," tutur Menhub.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN