Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto ilustrasi produk halal.  (Dok. Istimewa)

Foto ilustrasi produk halal. (Dok. Istimewa)

BPJPH Gandeng Shipper Indonesia Gelar Edukasi Sertifikasi Halal

Selasa, 28 September 2021 | 17:52 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bekerja sama dengan Shipper Indonesia melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pelanggan dan komunitas mitra Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) Shipper yang tersebar di seluruh Indonesia. Sosialisasi ini seiring mulai didorongnya pelaksanaan sertifikat halal di Indonesia.

Berdasarkan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH), semua produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia wajib bersertifikat halal sebelum 17 Oktober 2024.

“Tujuan penyelenggaraan jaminan produk halal sendiri adalah untuk memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengkonsumsi dan menggunakan produk. Juga, untuk meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi dan menjual produk halal," kata Koordinator Bidang Registrasi Halal BPJPH Ahmad Sukandar dalam keterangan resmi, Selasa (28/9).

Pemerintah melalui Kementerian Agama baru-baru ini juga meluncurkan program Sertifikasi Halal Gratis atau SEHATI yang diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Sebagian besar pelaku UMK belum memiliki sertifikasi halal. Melalui sertifikasi halal gratis ini, diharapkan makin banyak UMK yang bisa menembus pasar halal global.

Pemerintah diketahui sangat serius dalam penyelenggaraan JPH ini. Hal ini salah satunya disebabkan Indonesia menempati peringkat ke-5 di dunia dari 75 negara produsen produk halal di tahun 2019-2020, meningkat dari peringkat 10 di tahun sebelumnya. Indonesia adalah negara muslim dengan belanja produk halal terbesar di dunia, yaitu US$ 214 miliar per tahun.

Presiden Joko Widodo bahkan telah menyatakan tekad kuat untuk menjadikan industri halal di Indonesia sebagai motor pertumbuhan ekonomi, ladang kreativitas, dan produktivitas generasi muda agar dapat menjadi sumber kesejahteraan umat.

Hal Ini mengingatkan bahwa pemerintah betul-betul serius dalam memajukan perkembangan produk halal, terutama di sektor UMK (Usaha Mikro dan Kecil).

Sebagai sektor usaha yang mengakar di tengah masyarakat, UMK memang memiliki peran besar di Indonesia.

“Dengan serangkaian kegiatan sosialisasi dan edukasi ini diharapkan para pelaku UMKM dapat lebih memahami tentang ketentuan dan persyaratan seputar pelaksanaan sertifikasi halal yang harus dilalui oleh UMKM berdasarkan UU No.11/2020 dan PP No.39/2021,” ujar Senior External Affairs Manager Shipper Indonesia Wilson Andrew.

Program Sertifikasi Halal merupakan salah satu rangkaian acara dalam payung program Sinergi Akselerasi UMKM Industri Halal yang telah resmi diluncurkan pada 25 Agustus 2021 oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Tujuan dari program tersebut di antaranya adalah untuk mendorong penguatan UMKM Industri Halal berdaya saing, menguntungkan dan berkelanjutan serta mensinergikan berbagai inisiatif penguatan UMKM Industri Halal agar lebih efektif dan efisien.

“Pengembangan UMKM Industri Halal adalah bagian penting dari upaya pencapaian visi Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia. Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar produk halal saja, tapi bisa menjadi produsen produk halal yang dapat mengekspor produk-produk halalnya ke seluruh penjuru dunia,” jelas Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang juga menjabat sebagai Ketua KNEKS.

Beberapa waktu terakhir, peningkatan permintaan produk halal yang mencakup produk makanan, minuman, hingga kosmetik sangat mendorong kebutuhan akan ekosistem logistik halal.

Dalam upayanya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, saat ini Shipper telah mengoperasikan lima gudang yang telah memenuhi kriteria halal di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Kegiatan operasional gudang-gudang tersebut telah mengacu kepada standar halal di mana kelengkapan dan kebersihan fasilitas diperhatikan secara seksama.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN