Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Presiden KH. Maruf Amin, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Bupati Lamongan Yuhronur Efend saat Rakor Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem secara virtual, Selasa (28/9/2021). Foto: Istimewa

Wakil Presiden KH. Maruf Amin, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Bupati Lamongan Yuhronur Efend saat Rakor Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem secara virtual, Selasa (28/9/2021). Foto: Istimewa

5 Kabupaten di Jatim Jadi Pilot Project Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 September 2021 | 22:23 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Sebanyak lima kabupaten di Jawa Timur (Jatim) menjadi pilot project atau percontohan program nasional percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem. Kelima kabupaten tersebut adalah Lamongan, Bangkalan, Sumenep, Probolinggo, dan  Bojonegoro.

Pemilihan lima kabupaten tersebut disampaikan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin selaku Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dalam Rakor Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem secara virtual, Selasa (28/9/2021).

Dalam kesempatan itu, Wapres KH. Ma’ruf Amin menekankan upaya pemerintah untuk mencapai target menghilangkan kemiskinan ekstrem pada akhir tahun 2024. Penurunan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Suistanable Development Goals (SDG’s) yang memuat komitmen global untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem pada tahun 2030.

“Namun, Bapak Presiden menugaskan kita semua untuk dapat menuntaskannya enam tahun lebih cepat, yaitu pada akhir tahun 2024. Oleh karena itu maka penanganan kemiskinan ekstrem ini menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama untuk menyelesaikannya” kata Wapres.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, berdasarkan data Susenas Maret 2020 dan Maret 2021, kemiskinan ekstrem Jatim tahun 2021 mencapai angka 4,4% dengan jumlah penduduk miskin ekstrem sebesar 1.746.990 jiwa. Jumlah ini 38,20% dari jumlah penduduk miskin Jatim. Sedangkan penduduk miskin ekstrem di Jatim pada tahun 2020 sebesar 4,5% dengan jumlah penduduk miskin ektrem sebanyak 1.812.210 orang. Persentase penduduk miskin Jatim pada tahun 2020 sebesar 11,09% atau sebanyak 4.419.100 orang, kemudian di tahun 2021 sebesar 11,40% atau sebanyak 4.572.730 orang.

Selama kurun waktu September 2020 hingga Maret 2021, kemiskinan pedesaan Jatim turun 0,11% atau sebesar 33.330 jiwa. Sebaliknya, kemiskinan perkotaan Jatim naik 0,01% atau sebesar 20.080 jiwa.

“Di tengah pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat pedesaan relatif lebih tahan banting dibanding perkotaan. Mereka lebih banyak bergerak di sektor agro atau pertanian, sedangkan masyarakat perkotaan bergantung di sektor perdagangan dan jasa,” kata Khofifah.

Menurut dia, untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem di Jatim terutama pada lima kabupaten yang menjadi progam percontohan tersebut, Pemprov Jatim fokus pada tiga strategi program. Yakni, menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan dan meminimalkan wilayah kantong kemiskinan. Upaya ini melibatkan berbagai OPD lintas sektor di Pemprov Jatim.

“Hal ini tentunya membutuhkan konvergensi pendanaan baik dari pusat, APBD provinsi, APBD kab/kota serta CSR,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Khofifah, untuk program tahun anggaran (TA) 2022, Pemprov Jatim juga mengusulkan program penanggulangan kemiskinan ekstrem di Jatim. Yakni melalui program elektrifikasi, program Renovasi Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu), program Bansos Usaha Ekonomi Produktif Kelompok Usaha Bersama (KUBE), serta program pemberdayaan usaha perempuan (Jatim PUSPA).

Pemprov Jatim sendiri telah memiliki best practice program yang selama ini telah berjalan. Seperti PKH-Plus dengan sasaran masyarakat Jatim berusia 70 tahun atau lebih dalam program PKH. Nilai bantuannya sebesar Rp. 2 juta per orang/tahun dan diberikan bertahap masing-masing tahap Rp. 500 ribu.

“Ada juga program Desa Berdaya dengan penerimanya yakni desa mandiri untuk pengembangan desa tematik. Juga program pengembangan BUMDesa untuk peningkatan kapasitas dan permodalan. BPUM untuk usaha mikro serta penguatan kemandirian dan kemajuan desa,” ujar Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah memapaparkan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Jatim juga membaik. Indeks kedalaman kemiskinan mengindikasikan jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan, sedangkan indeks keparahan kemiskinan mengindikasikan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

P1 di Jatim pada Maret 2021 sebesar 1,841, turun 0,129 poin terhadap September 2020, dan naik 0,023 poin terhadap Maret 2020. Penurunan P1 ini mengindikasikan rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung naik mendekati garis kemiskinan. Kenaikan Indeks Kedalaman Kemiskinan (Maret 2021-September 2020) untuk kemiskinan pedesaan sebesar 0,2 poin lebih tinggi dibanding perkotaan yang naik sebesar 0,06 poin.

Kemudian P2 di Jatim pada Maret 2021 sebesar 0,429, turun 0,1 poin terhadap September 2020 dan turun 0,001 poin terhadap Maret 2020. Penurunan P2 ini mengindikasikan rata-rata ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin semakin menipis. Kenaikan Indeks (Maret 2021-September 2020) untuk kemiskinan pedesaan sebesar 0,122 poin lebih tinggi dibandingkan perkotaan yang naik sebesar 0,079 poin.

“Kami berharap tentunya dengan gotong royong, kolaborasi dan kerjasama yang baik dari seluruh elemen pemerintahan, stakeholder termasuk masyarakat, maka upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem nol persen di akhir 2024 sesuai target dari Bapak Presiden, insyaAllah dapat terwujud,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN