Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kawasan industri Karawang International Industrial City (KIIC), pengembang dan pengelola Kawasan Industri di Karawang, menyiapkan lahan baru seluas 105 hektare

Kawasan industri Karawang International Industrial City (KIIC), pengembang dan pengelola Kawasan Industri di Karawang, menyiapkan lahan baru seluas 105 hektare

Ekspansi Landbank 105 Ha, KIIC Siapkan Investasi Rp 1 Triliun   

Rabu, 13 Oktober 2021 | 23:59 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kawasan industri KIIC (Karawang International Industrial City), pengembang dan pengelola Kawasan Industri di Karawang, menyiapkan lahan baru seluas 105 hektare (ha), yang merupakan bagian dari total area 1.500 ha. Perluasan lahan tersebut dalam rangka mendukung permintaan kebutuhan lahan yang cukup besar di kawasan timur Jakarta.

Perluasan tersebut ditandai dengan pelaksanaan acara groundbreaking ceremony sebagai simbol akan dimulainya pengembangan dan pembangunan di area perluasan tersebut.  Acara tersebut dihadiri oleh Cellica Nurrachadiana (Bupati Karawang), H Aep Syaepuloh SE (Wakil Bupati Karawang), M Yamaguchi (Presiden Direktur KIIC), Sanny Iskandar (Direktur KIIC), Koichi Yano (Perwakilan ITOCHU Corporation), serta Hongky J. Nantung (CEO Commercial National Sinar Mas Land).

Direktur KIIC Sanny Iskandar mengungkapkan bahwa, pengembangan area baru ini tidak terlepas dari transformasi dunia usaha yang saat ini mulai menuju digitalisasi ekonomi. Sehingga, sektor-sektor usaha tentunya akan terus berkembang mengikuti tren.

“Permintaan akan lahan industri juga cukup tinggi terutama industri seperti data center, electric vehicle, komponen pendukungnya, industri rantai pasok bagi e-commerce, dan sebagainya. Oleh karena itu, perluasan ini adalah bagian dari upaya KIIC guna menangkap momentum tersebut.” Ungkap Sanny Iskandar, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/10/2021).

Kawasan industri Karawang International Industrial City (KIIC), pengembang dan pengelola Kawasan Industri di Karawang, menyiapkan lahan baru seluas 105 hektare
Kawasan industri Karawang International Industrial City (KIIC), pengembang dan pengelola Kawasan Industri di Karawang, menyiapkan lahan baru seluas 105 hektare

Untuk memperluas kawasan industri 105 hektar tersebut, KIIC menghabiskan investasi capai Rp1 triliun. KIIC merupakan proyek joint venture antara Sinar Mas Land dengan ITOCHU Corporation dari Jepang dan telah bekerja sama selama 30 tahun untuk mengembangkan kawasan industri di Karawang.

Proyek tersebut menerima penganugerahan penghargaan sebagai “Kawasan Industri Terbaik” dari Kementerian Perindustrian. KIIC juga telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001 (Quality), ISO 14001 (Environment), ISO 45001 (Health & Safety) serta pada tahun 2020 lalu telah mendapatkan status Biru pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Berstatus sebagai Objek Vital Nasional (OVNI), kami mengutamakan layanan dan keamanan berinvestasi bagi para tenant. Melalui perluasan lahan ini, KIIC optimis mampu mencapai target penjualan sebesar Rp750 miliar di tahun 2022. Di area 105 hektar yang baru ini, KIIC sudah dapat menerima investor,” Jelas Sanny Iskandar.

Kawasan Industri berkelas internasional ini didukung dengan lokasi yang strategis dan dapat diakses langsung dari pintu tol Karawang Barat 2. KIIC memiliki infrastruktur dan fasilitas yang sangat komprehensif guna mendukung keberlangsungan investasi salah salah satunya adalah tersedianya fasilitas Environmental Laboratory yang dapat melakukan uji sampel air limbah para tenant.

KIIC dikembangkan dengan konsep Kawasan Industri yang menggabungkan kegiatan industri manufaktur dan fasilitas yang terkait langsung dengan industri (rental warehouse, rental factory and office, commercial area, dsb) dimana kegiatan tersebut tidak bercampur dengan pengembangan area permukiman. “Sejumlah perusahaan telah mempercayakan investasinya di KIIC di antaranya Toyota, Yamaha, P & G, Philip Morris, Ajinomoto, Sharp, hingga Kao,” tambah Sanny.

KIIC juga didukung dengan infrastruktur yang canggih sebagai kesiapan dalam memasuki era Industry 4.0, di antaranya, power Supply dengan kapasitas 540 MVA, dapat ditingkatkan hingga 660 MVA. Sistem Pengelolaan Air Bersih dengan kapasitas 35.000 m3/hari, dapat ditingkatkan hingga 45.000 m3/hari. Sistem Pengelolaan Air Limbah dengan kapasitas 36.000 m3/hari, dapat ditingkatkan hingga 45.000 m3/hari. Smart Water Meter System yang digunakan untuk pencatatan volume penggunaan air Tenant melalui aplikasi IoT. Sistem Jaringan CCTV yang terkoneksi dengan Kepolisian setempat. Jaringan fiber optik.

Saat ini, 170 perusahaan sudah bergabung di KIIC, di antaranya PT. Toyota Motor Mfg. Indonesia, PT.Ajinomoto Indonesia, PT. Yamaha Motor Mfg. Indonesia, PT. Astra Daihatsu Motor, PT. Utac Manufacturing Services Indonesia, dan PT. Sharp Semiconductor Indonesia. Selain itu, infrastruktur yang dimiliki oleh KIIC dilengkapi dengan akses jalan tol langsung, sistem komunikasi canggih, pengolahan air bersih dan limbah serta sistem pengamanan yang baik.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN