Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PUPR meningkatkan potensi wisata sungai di Kota Tasikmalaya dengan penataan Kawasan Cipanyir.. Foto: Kementerian PUPR

PUPR meningkatkan potensi wisata sungai di Kota Tasikmalaya dengan penataan Kawasan Cipanyir.. Foto: Kementerian PUPR

PUPR Lelang Penataan Kota Tanpa Kumuh di Indramayu, Jabar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:04 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

TASIKMALAYA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, tengah mengerjakan delapan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di wilayah Jawa Barat (Jabar). Satu di antaranya yang tengah dilelang berlokasi di Karang Ampel, Kabupaten Indramayu.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jabar, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Oscar RH Siagian menyampaikan, pihaknya sedang mengerjakan penataan berskala kawasan di delapan kota di Jabar.

"Jadi, ada tujuh yang sedang kita kerjakan dan satu lagi sedang proses lelang," jelas Oscar dalam kegiatan press tour, pekan ini.

Ia merinci, penataan berskala kawasan tersebut tersebar di Bojong Gede Bogor, Cipelang Sukabumi, RK1 Purwakarta, kemudian, Cipanyir (Cipedes dan Panyingkiran) Tasikmalaya, Cileer di Ciamis, lalu di Panjunan di Kota Cirebon, dan Ambulu di Kabupaten Cirebon. Ada pun, yang sedang proses lelang di kawasan Karang Ampel, Indramayu.

"Kita punya satu lagi penataan skala kawasan. Tetapi sifatnya bukan kumuh, melainkan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Bogor di rest area Puncak. Jadi, kawasan wisata bukan kumuh, sehingga pendekatannya berbeda," imbuhnya.

Di Cipanyir

Sementara itu, dari delapan penataan Kotaku tersebut, satu di antaranya di  Cipanyir telah tuntas dan kini bertransformasi menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Tasikmalaya.

Di kawasan tersebut, PUPR mengerjakan penataan jembatan, drainase, kemudian, penataan di kawasan Sungai Ciloseh dan pembangunan tembok penahan tanah (turap) untuk empat RW di Cipanyir dan empat RW di Cipedes.

Penataan di Cipanyir dikerjakan selama delapan bulan dan tuntas pada akhir Agustus 2021 terhitung sejak penandatangan kontrak pada Desember 2020. Penataan menelan anggaran Rp 6 miliar dan dikerjakan secara multiyears contract (MYC) karena anggarannya berasal dari pinjaman (loan).

"Pagu Rp 6,5 miliar, kontraknya jadi Rp 6 miliar. Semua lingkup pekerjaan penataan kawasan dilaksanakan selama delapan bulan. Jadi, sekarang sudah selesai dan memasuki masa pemeliharaan," tutur Oscar.

Peningkatan Kualitas

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan salah satu program Kementerian PUPR di Ditjen Cipta Karya untuk meningkatkan kualitas permukiman kumuh di berbagai kota, salah satunya di Tasikmalaya.

Sebelum ditata secara kawasan, di Cipanyir, pada 2019, pernah dilakukan penataan berskala lingkungan dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

"Jadi di skala lingkungan, kita sudah membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Jadi, masyarakat sudah disediakan IPAL dan sumur bor untuk air minumnya. Sekarang, dilakukan penataan kawasan dan sampah karena salah satu problem yang muncul, yaitu sampah," bebernya.

Sementara itu, penataan bangunan rumah (rutilahu) dan ketersediaan fasilitas pemadam kebakaran tidak diintervensi. Karena, kedua hal tersebut menjadi wewenang pemerintah provinsi.

Dengan demikian, lingkup pekerjaan yang ditata Cipta Karya di kawasan Cipanyir adalah pengerjaan drainase, air minum, air limbah, dan persampahan termasuk jalan.
 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN