Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid (Foto: Ist)

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid (Foto: Ist)

Dies Natalis UKI Ke-68

Arsjad Rasjid: Digitalisasi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi  

Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:50 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id -- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid menjelaskan Indonesia dapat menjadi negara ekonomi terbesar ke-7 di dunia pada tahun 2030, jika dapat dengan cepat kembali ke tingkat pertumbuhan sebelum pandemi.

“Kita harus meningkatkan ketangguhan, salah satunya untuk mendorong teknologi digital pertanian. Pertanian menyumbang 13% dari PDB Indonesia dan 30 % dari total lapangan kerja di Indonesia bergerak di bidang pertanian. Perusahaan Indonesia terus meningkatkan adopsi digitalisasi terutama membawa teknologi modern ke bisnis UMKM,” ujar Arsjad Rasjid saat menjadi pembicara dalam Webinar yang diselenggarakan Universitas Kristen Indonesia (UKI), dalam rangka Dies Natalis UKI ke 68, dengan tema ‘Kemandirian dan Optimalisasi Kerja Sama UKI dalam Menyongsong Internasionalisasi Perguruan Tinggi’, Kamis (14/10).

Arsjad Rasjid juga mengingatkan pentingnya pelatihan kebutuhan masa depan dengan mempersiapkan Upskilling dan Reskilling. Dengan adanya revolusi industri 4.0, tantangan yang dihadapi adalah dampak sosial kedepannya untuk pekerja.

“Kunci untuk membuka pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di Indonesia adalah melakukan eksekusi yang terbaik yaitu, membuka kemitraan publik swasta untuk memberikan nilai sosial dan ekonomi. Investasi dan partisipasi sektor swasta akan sangat penting untuk keberhasilan. Indonesia dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi investor dan mampu memberikan dampak yang luas,” ujar Arsjad Rasjid.

Dia menjelaskan pentingnya melakukan terobosan untuk mencapai tujuan bersama dan pastikan transparansi dalam mencapai tujuan. Serta berinvestasi dalam membangun pemimpin Indonesia yang diisi oleh orang-orang yang memiliki kapabilitas, kemampuan leadership dan pola pikir yang tepat.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud RI, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC.,Ph.D mengatakan, “Dengan kemajuan globalisasi, kita harus memanfaatkan internasionalisasi perguruan tinggi dalam rangka menghadapi persaingan global dan menghasilkan SDM yang unggul, kreatif, inovatif, adaptif serta mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0.”

“Kerja sama antara perguruan tinggi penting untuk meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi serta memberikan wawasan dan pengalaman internasional kepada mahasiswa. Melalui kerja sama kemajuan akan semakin cepat diraih,” ujar Prof. Nizam.

Sementara itu, Rektor UKI Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA mengatakan, internasionalisasi diikuti oleh digitalisasi. “Fokus utama dari seluruh perguruan tinggi di seluruh Indonesia saat ini adalah Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Dari berbagai kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan program studi, dalam rangka pelaksanaan MBKM adalah melakukan kegiatan kewirausahaan. Perguruan tinggi mencetak SDM unggul bagi Indonesia tentunya harus membekali para lulusan dengan kemampuan berwirausaha.”

Turut hadir dalam webinar ini ialah Direktur Kelembagaan Kemendikbud RI, Dr. Ir. Ridwan, M.Sc, dan Owner Acaraki Jamu, Jony Yuwono.

 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN