Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penandatangan kesepakatan perdagangan yang dilakukan di tengah event INA-LAC 2021.

Penandatangan kesepakatan perdagangan yang dilakukan di tengah event INA-LAC 2021.

Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia (INA-LAC) 2021 Rangkum Transaksi US$87,96 Juta

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 20:07 WIB
Fajar Widhiyanto

JAKARTA, Investor.id - Dalam 2 hari penyelenggaraan, INA-LAC Business Forum 2021 mewujudkan transaksi bisnis senilai US$87,96 juta (Rp1,23 triliun), terdiri dari transaksi dagang yang telah disepakati sebesar US$19,08 juta (Rp268,74 miliar) dan komitmen dagang US$68,88 juta (Rp969,92 miliar). Di samping itu, telah terselenggara 37 pertemuan bisnis yang difasilitasi melalui platform digital INA-ACCESS.

INA-LAC Business Forum 2021 juga mewujudkan penandatanganan kesepakatan dan kerja sama ekonomi, antara lain Kerja Sama Produk Halal antara Indonesia dan Argentina, lalu ditekennya MoU antara BPOM dan ISP Chile, ditandatanganinya MoU Kerja Sama Pertanian antara Indonesia dan Chile, peluncuran Perangko Bersama dalam Rangka Peringatan 65 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Argentina, serta Pernyataan Kehendak (LoI) Jejaring Bisnis antara Indonesia dengan Amerika Latin dan Karibia. Saat ini, LoI telah ditandatangani oleh 6 asosiasi pengusaha dari kawasan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar).

Penandatanganan kerja sama merupakan bentuk respons positif atas inisiatif Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Amlatkar yang juga dikukuhkan untuk menjalin komitmen  kerja sama dengan Mercosur (Mercado Comun Del Sur), Pacific Alliance, SICA (Central American Integration System), CARICOM (Caribbean Community) serta Andean Community.

Selain tiga hal tersebut di atas, berbagai isu juga telah dibahas di dalam empat panel diskusi, antara lain perlunya Indonesia dan negara-negara Amlatkar untuk berinovasi dalam doing-business guna mendukung pemulihan ekonomi dan memperkuat kemitraan antar kedua kawasan. Diskusi panel dihadiri oleh pejabat tingkat Menteri dan pimpinan perusahaan sebagai bentuk komitmen tingkat tinggi untuk meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Latin dan Karibia, demikian Kementerian Luar Negeri RI dalam siaran pers, Sabtu (16/10).

Salah satu isu utama yang dibahas adalah kenaikan biaya logistik yang sangat tinggi akibat pandemi yang memerlukan penanganan agar terjadi pemulihan perdagangan internasional dan ekonomi. Transformasi digital juga menjadi prioritas dan sektor potensial kerja sama. Berbagai kerja sama untuk memfasilitasi kerja sama digital, merupakan salah satu sektor potensial untuk dikembangkan. Selanjutnya, kolaborasi dipandang penting melalui sharing practices and policies, serta penjajakan kerjasama konkrit antara asosiasi pengusaha kedua kawasan.

INA-LAC 2021 terselenggara melalui kerja sama Kementerian Luar Negeri RI dengan Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Kementerian Agama RI, Kementerian Perindustrian RI, Kementerian BUMN RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan Bank Indonesia.

Dengan total populasi sebanyak 652,3 juta dan PDB sebesar US$ 4.84 triliun pada 2020, negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar) memiliki potensi besar untuk menjadi mitra perdagangan strategis bagi Indonesia. INA-LAC Business Forum diselenggarakan secara tahunan sejak tahun 2019 untuk meningkatkan konektivitas dan volume ekspor Indonesia ke kawasan Amlatkar sebagai pasar potensial. Dalam Ina-Lac 2021, telah diluncurkan platform digital promosi ekspor dan investasi oleh ​Menteri Luar Negeri yang tujuan pokoknya adalah menjembatani interaqksi dan komunikasi melalui pameran permanen secara virtual menampilkan lebihd ari 400 produk ekspor unggulan yang ditampilkan 800 exhibitors dan 50 persennya adalah UMKM.

 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN