Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam webinar yang digelar CSIS Indonesia bertajuk CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045, Rabu, 4 Agustus 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam webinar yang digelar CSIS Indonesia bertajuk CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045, Rabu, 4 Agustus 2021.

Sri Mulyani: Perubahan Iklim Salah Satu Tantangan Global Terberat

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:16 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dari sekian tantangan global yang saat ini dihadapi, negara anggota G20 memandang, perubahan iklim menjadi salah satu yang terberat. Perubahan iklim disebut dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, dan stabilitas keuangan global. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya transisi hijau dalam upaya penanganan perubahan iklim.

Tidak hanya harus adil dan teratur, kata dia, transisi hijau dalam upaya penanganan perubahan iklim juga harus terjangkau (A Just, Orderly and Affordable) terutama bagi negara-negara berkembang dan negara miskin. “Bauran kebijakan harus memungkinkan negara untuk meminimalisir konsekuensi yang timbul dari transisi hijau,” tandas Menkeu pada pertemuan keempat para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dalam masa Presidensi G20 Italia yang digelar secara hybrid, pekan lalalu.

Ia menambahkan, upaya penurunan emisi di sektor energi melalui transisi dari penggunaan bahan bakar fosil (fossil phased out), harus dipersiapkan dan dilaksanakan secara bertahap, dengan dukungan akses yang terjangkau dalam pembangunan infrastruktur dan teknologi rendah karbon yang berkelanjutan, meminimalisasi kerugian ekonomi dan sosial bagi berkembang dan negara rentan, termasuk memitigasi risiko hukumnya.

Menurut Sri Mulyani, pendanaan menjadi salah satu tantangan besar bagi negara-negara yang memiliki komitmen untuk mengatasi perubahan iklim. Karenanya, komitmen negara-negara maju sangat penting dalam mendukung pembiayaan bagi negara berkembang, serta mendorong kerja sama dengan investor publik dan swasta.

 

Reformasi Fiskal

Menkeu menyebut, Indonesia akan terus mendukung agenda iklim G20, salah satunya adalah mengadopsi reformasi fiskal untuk mempercepat transisi hijau. “Saat ini, Indonesia dalam proses menerbitkan peraturan tentang penetapan harga karbon dan mengembangkan Kerangka Kerja Fiskal Perubahan Iklim,” ungkap dia.

Di sektor keuangan, lanjut dia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyusun peta jalan Keuangan Berkelanjutan dalam dua tahap (mencakup periode 2015-2019 dan 2021-2025) sebagai panduan dalam menerapkan pembiayaan berkelanjutan dan memastikan penerapannya efektif.

Pada kesempatan itu Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa pemerintah memanfaatkan momentum krisis saat ini guna melanjutkan sejumlah reformasi struktural untuk memperkuat fondasi bagi pemulihan ekonomi, salah satunya melalui Omnibus Law Cipta Kerja pada tahun lalu dan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) pada tahun ini.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN