Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menkeu Bersyukur Kasus Covid-19 Melandai Bukti Efektivitas Penanganan Covid-19  

Selasa, 19 Oktober 2021 | 13:30 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku bersyukur atas penurunan kasus Covid-19 varian delta di seluruh daerah di Indonesia setelah mengalami lonjakan (periode Juli hingga awal Agustus).  Penurunan ini tak terlepas dari efektivitas penanganan dan pengendalian Covid-19.

“Penurunan kasus semenjak awal meledaknya covid varian Delta di sekitar bulan Juli awal hingga sekarang mencapai lebih dari 95% drop turunnya kasus di hampir semua kawasan di Indonesia ini sebuah pencapaian yang tidak sia-sia dan bukan sesuatu yang sepele,”tuturnya dalam acara Festival Transformasi Kemenkeu di Jakarta, Selasa (19/10).

Ia menjelaskan bahwa, capaian penurunan kasus Covid-19 merupakan hasil upaya bersama antara Kementerian dan Lembaga dan masyarakat yang terus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Menurutnya pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini bukan menjadi ancaman yang terakhir di alami oleh seluruh negara didunia, oleh karena itu ia meminta seluruh pihak untuk terus menyiapkan beragam antisipasi dan menyadari bahwa fenomena ancaman seperti  pandemi ini tidak akan selesai atau tidak akan menjadi (ancaman) yang pertama kali dan terakhir kali.

“Dalam lingkungan dunia sekarang di ikhtiarkan cara-cara untuk menangani dan menyiapkan kalau sampai pandemi terjadi dan seharusnya bisa dicegah sedini mungkin sehingga tidak timbulkan dampak yang begitu sangat luar biasa ada setitik dari sisi korban jiwa dari sisi dampak ekonomi dari sisi konsekuensi keuangan,”tuturnya.

Transformasi

Lebih lanjut, Menkeu mengatakan dalam menghadapi pandemi Covid-19 dibutuhkan reformasi pelayanan publik yang lebih modern dan inklusif terutama di sektor kesehatan.

“Ikhtiar yang menjadi setting di Kemenkeu terkait transformasi dan pelayanan publik yang inklusif dan modern. Bagaimana kita bisa mendukung transformasi di bidang kesehatan,” katanya.

Sri Mulyani menuturkan transformasi pelayanan publik menjadi lebih modern dan inklusif khususnya di bidang kesehatan akan menciptakan sistem kesehatan yang lebih baik  bahkan dapat berkontribusi secara global dalam menangani Covid-19.

Ia menegaskan upaya ini harus dilakukan mengingat pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir dua tahun telah menimbulkan konsekuensi luar biasa dengan tekanan pada sisi  penerimaan negara,  masyarakat, dunia usaha, kesehatan, ekonomi, sosial serta keuangan negara.

“Kita harus menggunakan keuangan negara untuk membantu di bidang kesehatan di bidang sosial di bidang usaha dan kita tetap harus menjaga agar momentum pemulihan dan pembangunan tetap bisa berjalan,”ujarnya.

Oleh sebab itu, menurut Sri Mulyani transformasi pelayanan publik menuju ke arah yang modern dan inklusif ini setidaknya dapat mendorong percepatan serta akselerasi program vaksinasi.

Pemerintah sendiri menginginkan vaksinasi Covid -19 mampu menjangkau sekitar 70% dari total penduduk Indonesia untuk mencapai herd immunity sehingga aktivitas perekonomian dapat berjalan normal kembali.

“Vaksinasi harus diteruskan karena kita belum mencapai 40% dan kita ingin mencapai 70% dari penduduk kita. Kita harus tetap hidup  berdampingan dengan Covid -19 ini dalam fenomena endemi,” kata Sri Mulyani.

Dengan demikian, ia menegaskan bahwa hidup berdampingan dengan Covid-19 atau fenomena endemi merupakan sebuah konsekuensi yang luar biasa nyata. Sehingga diperlukan berbagai perbaikan dari sisi kualitas kebijakan keuangan negara dan pelayanan publik.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN