Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Iggi H. Achsien saat acara Financial Innovation bertema Prospek Cerah Bisnis Syariah live di Beritasatu News Channel, live via zoom dan live streaming di Beritasatu.com, Kamis (21/10/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Iggi H. Achsien saat acara Financial Innovation bertema Prospek Cerah Bisnis Syariah live di Beritasatu News Channel, live via zoom dan live streaming di Beritasatu.com, Kamis (21/10/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

MES Prediksi Ekonomi Syariah Indonesia Menguat dalam 3 Tahun ke Depan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:25 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Sekretaris Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Iggi H. Achsien menyebut posisi Indonesia yang berada di peringkat 4 dalam ekonomi syariah global dan peringkat 6 dari sisi keuangan syariah merupakan sebuah ironi, mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

Mengutip data Global Islamic Economy Indicator, dari sisi ekonomi syariah global, saat ini Indonesia berada di bawah Malaysia, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab. Kemudian Indonesia nomor 3 di industri fashion, nomor 4 pada indusri halal, nomor 5 di media, rekreasi atau tourism, lalu untuk keuangan syariah di nomor 6, posisi ke-7 dunia untuk industri obat-obatan dan kosmetik, serta posisi 8 di industri travel.

“Ini ironi dimana kita berada di bawah Malaysia yang jumlah penduduknya jauh lebih kecil,” ujar Iggi di acara Financial Innovation "Prospek Cerah Bisnis Syariah" yang ditayangkan secara live di BeritaSatu News Channel Kamis, (21/10/2021).

Ironi lain dikatakan Iggi dimana saat ini justru Brazil yang menjadi pengekspor terbesar unggas dunia termasuk yang diimpor oleh Arab Saudi. Sementara eksportir terbesar daging sapi justru dari Australia dan Salandia Baru.

“Kita punya potensi meningkatkan industri halal yang besar dan kondisi ini harus kita segera balikkan,” ujarnya.

Untuk itu MES menurut Iggi berkomitmen untuk membantu memperkuat ekosistem value chain bagi industri halal Indonesia.

“Secara sederhana tentang sertifikasi halal untuk perusahaan atau UMKM, saat ini dianggap lama dan costly. Nah ini bisa dilakukan agar lebih cepat dan murah, implementasinya bisa dilakukan bersama MES dengan pendampingan UMKM sehingga mereka bisa mendapatkan sertifikasi halal dengan cepat dan murah,” paparnya.

Sementara di sektor jasa keuangan syariah Iggi memprediksi dalam tiga tahun ke depan posisi Indonesia akan meningkat lebih kuat seiring adanya terobosan-terobosan yang dilakukan oleh pemerintah melalui KNKS dengan menelurkan berbagai kebijakan-kebijakan.

Untuk sektor keuangan sendiri salah satu terobosannya yaitu merger dari bank syariah menjadi BSI. Setelah melakukan konsolidasi di tahun ini, maka di tahun depan BSI bisa melakukan aksi korporasi dengan gencar.

Dikatakan Iggi, langkah ini akan berdampak postif bagi pertumbuhan aset industri keuangan syariah lainnya seperti asuransi dan pasar modal. “Sehingga pertumbuhan keuangan syariah kita akan tumbuh lebih cepat di tingkat global,” ujarnya.

 

    

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN