Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid

Kadin Dorong Swasta Ikut Dekarbonisasi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:04 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkomitmen menghimpun keikutsertaan seluruh sektor swasta dalam upaya dekarbonisasi. Sebab, peran pemerintah dan swasta diperlukan untuk pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

Indonesia menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% dalam kurun 2020-2030, sesuai Paris Agreement pada 2015 yang kemudian diratifikasi melalui UU No 16/2016. Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menerangkan, swasta bisa berperan sebagai katalisator target itu. Swasta akan mengintegrasikan target itu dalam siklus kegiatan ekonomi guna memberikan kontribusi dalam upaya dekarbonisasi.

Kadin, kata dia, perusahaan domestik, regional, bahkan internasional untuk menjalankan praktik environmental, social, and governance (ESG) atau sering disebut lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) dan ingin mengambil bagian dalam pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia.  “Dalam hal ini, Kadin mengapresiasi komitmen Kementerian ESDM dan PT PLN khususnya dalam menerbitkan RUPTL Hijau," kata dia dalam Forum Kadin: Road to COP 26 yang disiarkan secara virtual, Kamis (21/10).

Arsjad menerangkan, dalam skala yang lebih kecil, namun tetap penting, Kadin juga melihat sektor swasta semakin tertarik untuk memasang panel energi surya sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi. Dia optimistis dengan model bisnis dan skema pembiayaan yang semakin matang di sekitar industri panel energi surya, Kadin dapat mendorong lebih banyak investasi dalam rantai nilai atap surya, dalam bentuk panel surya, elektronika daya, penyimpanan energi, dan layanan EPC.

"Hal seperti ini pada gilirannya akan menciptakan siklus umpan balik positif yang memungkinkan terciptanya ekonomi hijau atau industri hijau,” ujar Arsjad.

Peran swasta, kata dia, dalam pengembangan energi terbarukan atau dalam upaya dekarbonisasi, lanjut Arsjad, tidak hanya dalam upaya mitigasi GRK. Sebab, jika dilakukan dengan strategi yang tepat, juga dapat memacu tumbuhnya industri baru dan memberikan keuntungan ganda bagi Indonesia.

Dalam acara yang sama, CEO Huawei Indonesia Jacky Chen hadir di peluncuran Road to COP 26. Ini menunjukkan komitmen Huawei Indonesia untuk memulai transformasi energi Indonesia. Menurut dia, RUPTL hijau 2021-2030 yang diterbitkan oleh Kementerian ESDM telah meningkatkan pangsa proyek energi terbarukan. Rencana ini adalah cetak biru untuk mencapai netralitas karbon pada 2060.

“Masa depan didasarkan pada tindakan kita sekarang. Itu sebabnya kami dengan tulus menyambut para pemimpin industri untuk mendiskusikan apa yang harus kita lakukan bersama. Huawei akan menghadirkan teknologi tercanggih kami, membagikan praktik terbaik dunia, dan memberikan dukungan jangka panjang untuk mempercepat transformasi energi Indonesia,” kata Jacky. 
 

 


 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN