Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Foto :Humas Kementerian Ketenagakerjaan

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Foto :Humas Kementerian Ketenagakerjaan

UMKM Berperan Penting Serap Naker Perempuan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:16 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia berperan penting dalam menyerap sebagian besar tenaga kerja perempuan yang ada di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, persentase perempuan yang bekerja di sektor informal, khususnya UMKM, sangat besar, serta memiliki peran signifikan dalam perekonomian dan sektor ketenagakerjaan.

"50% pengusaha yang menjalankan UMKM adalah perempuan, sehingga merupakan kewajiban bagi kita semua untuk selalu mendukung UMKM yang menjadi penghidupan bagi sebagian besar masyarakat, khususnya kaum perempuan,"  ucap Ida Fauziyah dalam siaran pers yang diterima pada Kamis (21/10).

Pandemi Covid-19 telah memberi pukulan cukup berat pada perekonomian termasuk bagi sektor UMKM. Survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terhadap UMKM menunjukkan bahwa 94% usaha mengalami penurunan penjualan, bahkan lebih dari 40% UMKM dari berbagai kelas usaha mengalami penurunan penjualan lebih dari 75%.

"Hal ini pada akhirnya juga berdampak pada tenaga kerja yang bergerak di sektor UMKM, khususnya tenaga kerja perempuan yang cukup besar jumlah dan proporsinya di sektor UMKM," jelas Ida.

Berdasarkan data BPS adanya peningkatan jumlah dan tingkat pengangguran yang signifikan sebagai akibat dari pandemi. Banyak data menunjukkan jumlah pekerja perempuan yang terdampak oleh pandemi lebih kecil, apabila dibandingkan dengan laki-laki. Namun beberapa studi menunjukkan bahwa perempuan sebenarnya justru terdampak lebih besar dan mendapat beban tambahan sebagai akibat dari adanya pandemi Covid-19.

"Di dunia kerja banyak perempuan yang bekerja mengalami penurunan atau bahkan kehilangan pendapatan akibat adanya dampak Pandemi terhadap perekonomian. Beberapa sektor yang banyak memiliki pekerja perempuan, seperti sektor pariwisata sangat terdampak oleh pandemi," tutur Ida.

Ida Fauziyah menegaskan, melihat besarnya dampak yang dialami oleh sektor UMKM dan besarnya signifikansi sektor UMKM bagi perekonomian masyarakat Indonesia, maka pemerintah menjadikan sektor UMKM sebagai salah satu prioritas utama dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Pemerintah antara lain memberikan hibah bagi usaha pemula, serta menambah dana LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) Koperasi dan UMKM yang dapat digunakan untuk pinjaman murah bagi UMKM," kata Ida.

Pada tahun 2019, UMKM Indonesia yang tercatat ada sebanyak 65 juta unit usaha atau 99,99%dari total unit usaha di Indonesia. Selain itu, pada tahun yang sama, UMKM mempekerjakan lebih dari 123 juta orang atau mencapai 96% dari total tenaga kerja Indonesia.  "Kontribusi yang sama juga ditemukan di wilayah Provinsi Jawa Timur, UMKM mendominasi dengan proporsi sebesar 98% dari keseluruhan aktivitas perekonomian," pungkas Ida. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN