Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPK Agung Firman Sampurna

Kepala BPK Agung Firman Sampurna

Pengelolaan Fiskal Saat Pandemi Harus Dilakukan Berkesinambungan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:27 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna mengatakan pengelolaan fiskal dalam kondisi pandemi Covid-19 harus dijalankan secara berkesinambungan. Khususnya dalam pengelolaan utang.

Sejak tahun 2020 pemerintah menaikan batas defisit  menjadi 3% di atas Produk Domestik Bruto(PDB). Padahal sebelum pandemi Covid-19 defisit berada di bawah 3% dari PDB,

“Kita kasih tahu harus dilihat bahwasanya yang dilakukan ini adalah dalam situasi krisis betul tetapi tentu saja kehati-hatian tetap kita perlukan. Demikian pula halnya dengan kondisi pengelolaan utang ini kita tetap mendukung semua upaya yang dilakukan oleh seluruh elemen negara ini untuk lepas untuk tetap bisa bertahan pulih dan kembali bangkit dari pandemi,” ucap  Agung Firman Sampurna di Jakarta pada Kamis (21/10).

Dalam pengelolaan fiskal ke depannya pemerintah perlu memperhatikan pengelolaan kewajiban utang. Diharapkan hal tersebut bisa dikelola secara transparan dan diketahui publik. Agung mengatakan  berbagai kemungkinan yang  dapat  terjadi  pada  lima  tahun  ke  depan  (2021-2026)  dalam  empat  skenario.  Ada  lima  tema  dalam skenario yang menurut pendapat BPK perlu diantisipasi pemerintah yaitu  reformasi kesehatan, reformasi  pajak  dan  kesinambungan  fiskal,  visi  dan  kepemimpinan  pemerintah,  transformasi  digital dan tata kelola data, serta kualitas sumber daya manusia. 

“Tema-tema tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah  karena akan turut  menentukan keberhasilan  Indonesia  dalam  menghadapi  pandemi  Covid-19  maupun  kemungkinan  terjadinya  pandemi,  bencana,  dan  krisis  global  di  kemudian  hari,”  ucap Agung.

Dalam melakukan pemeriksaan, BPK memiliki 3 peran oversight, insight dan foresight. Peran  oversight dan insight diwujudkan dalam tugas pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan  pemeriksaan  dengan  tujuan  tertentu,  serta  pemberian  pendapat  kepada  pemerintah.  Peran  foresight  dilakukan  untuk  membantu  masyarakat  dan  pengambil  keputusan  dalam  memilih  alternatif  kebijakan  masa  depan.  Penyusunan  Foresight  ini  membuat  BPK  menjadi  Supreme  Audit  Institution  ke-2  di  Asia  setelah Korea Selatan dan yang pertama di Asia Tenggara, yang memiliki kemampuan foresight.

Foresight  BPK  disusun  menggunakan  metode  skenario  planning  dan  data  yang  bersumber  dari  hasil  pemeriksaan  BPK,  tren  dalam  negeri,  regional,  dan  global.  Empat  skenario  yang  disampaikan  BPK  dalam Buku Foresight tersebut  pertama, skenario Berlayar Menaklukkan  Samudera dimana respon  pemerintah  terhadap  krisis  menjadi  lebih  efektif  dan  tingkat  keparahan  pandemi  mereda. Kedua,  skenario  Mengarung  di  Tengah  Badai,  dimana  respon  pemerintah  terhadap  krisis  menjadi  lebih efektif di tengah pandemi yang makin memburuk. 

Ketiga, yaitu skenario Tercerai-berai Terhempas Lautan, merupakan skenario terburuk yang menggambarkan masa depan yang penuh risiko dan bahaya. Respon pemerintah terhadap krisis kurang efektif dan tingkat keparahan pandemi makin memburuk. Keempat, skenario Kandas Terlantar  Surutnya  Pantai,  ditandai  dengan  meredanya  pandemi  namun  respon  pemerintah  terhadap  krisis  kurang efektif. 

“Skenario  yang  disajikan  dalam  Foresight  BPK  bukanlah  prediksi  tentang  masa  depan,  tetapi  sarana  untuk  melihat  kembali  berbagai  asumsi  tentang  masa  depan,  agar  kita  tidak  terlena  dengan  harapan- harapan dan  agar  kita  mampu  melihat  lebih  jernih  kesiapan  menghadapi masa depan,”  ucap Agung. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN