Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Perkirakan Ekonomi Kuartal III Tumbuh 4,5% dan Sepanjang Tahun 4%

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:08 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 akan berada di angka 4,5%, sedangkan sepanjang 2021 di angka 4%. Perkiraan ini didasarkan pada kinerja perekonomian yang menunjukkan perbaikan, sehingga memberikan optimisme. Apalagi, kasus aktif Covid-19 mengalami penurunan signifikan yang berdampak pada pelonggaran pembatasan mobilitas masyarakat.

Outlook dari pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 membaik jadi 4,5%. Memang dibanding kuartal II-2021 (7,1%) angka ini menurun. Tetapi kalau dilihat pada kuartal III kita mengalami kenaikan kasus karena varian Delta yang sangat tinggi yang menyebabkan adanya koreksi terhadap pemulihan ekonomi di kuartal III,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) secara daring di Jakarta, Senin (25/10).

Pada kuartal III-2021, kata Menkeu, kinerja permintaan domestik sempat tertahan akibat penerapan restriksi mobilitas di Juli-Agustus, namun aktivitas dan sektor terkait ekspor mampu tumbuh tinggi dan menopang kinerja ekonomi pada kuartal III-2021. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), secara kumulatif dari Januari sampai September 2021 neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 25,07 miliar, nilai ekspor secara kumulatif mencapai US$ 164 miliar dan impor mencapai US$ 139 miliar.

Sementara itu, pada September 2021 Purchasing Manufacture Index (PMI) Indonesia mencapai 52,2. Sektor manufaktur kembali bereksapansi setelah dua bulan berada pada kontraksi cukup dalam. Pelonggaran restriksi di tengah penurunan Covid-19 menjadi faktor utama dalam peningkatan aktivitas manufaktur.

Pada kuartal IV-2021 ekonomi berpotensi rebound dengan pola aktivitas yang lebih normal. Meskipun demikian, Indonesia dinilai perlu mewaspadai eskalasi risiko global terutama dari faktor rebalancing Tiongkok, serta potensi peningkatan kasus Covid-19 domestik di akhir tahun. Pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2021 menunjukan pemulihan gradual. Menurut Menkeu hal ini perlu terus dipertahankan dengan upaya pengendalian Covid-19 yang komprehensif. “Overall untuk tahun ini kita memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 4%,” ucap Sri Mulyani.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN