Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pesawat Garuda. Foto: IST

Pesawat Garuda. Foto: IST

Bagaimana Jika Negosiasi Garuda dengan Lessor dan Kreditur Gagal? Ini Kata Kementerian BUMN

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:40 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan, proses negosiasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan para lessors (yang menyewakan pesawat) maupun kreditur masih terus berjalan dan diharapkan segera mencapai kesepakatan. Tapi, bagaimana jika negosiasinya gagal?

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menjelaskan, langkah utama yang saat ini dilakukan dalam mempertahankan Garuda adalah melangsungkan negosiasi dengan para lessors dan kreditur. Jika upaya ini berhasil, Garuda Indonesia tetap bisa beroperasi.

"Ini soal Garuda ya. Kami sedang proses negosiasi. Mudah-mudahan negosiasinya berhasil. Kalau ini berhasil maka Garuda akan tetap bisa jalan," ujar Arya di Jakarta, Senin (25/10).

Arya Sinulingga menegaskan, Garuda dibelit masalah keuangan karena kesepakatan sewa pesawat di masa lalu merugikan perseroan. Kondisi itu diperparah oleh pandemi Covid-19.

"Garuda seperti ini karena dulu kan pengelolaannya ugal-ugalan, terutama di sisi penyewaaan pesawat. Kondisi Garuda diperparah lagi oleh pandemi corona," tutur Arya.

Dia mengakui, Garuda harus diselamatkan dengan cara negosiasi. Kalau negosiasinya gagal, baru kemudian pemerintah akan mencari opsi lain.

"Kita akan carikan cara-cara, langkah-langkah, supaya kita tetap memiliki airline BUMN. Jadi, kita tunggu saja bagaimana perkembangan negosiasinya," tutur Arya.

Mengenai opsi penyertaan modal negara (PMN) untuk Garuda, Arya Sinulingga menjelaskan, PMN belum menjadi pilihan untuk menyelesaikan masalah BUMN yang sedang terjerat utang sekitar Rp 70 triliun tersebut.

"Seperti yang disampaikan bahwa kita saat ini berusaha betul supaya sedikit-sedikit tidak disuntik PMN. Belum ada usaha untuk menyuntikkan PMN lagi karena kalau disuntikkan juga akan membuat kebutuhan anggaran Garuda semakin besar," papar dia.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya masih terus melakukan negosiasi sewa pesawat dan utang dengan para kreditur. "Masih on going prosesnya," ujar Irfan.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN