Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu Deni Ridwan

Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu Deni Ridwan

Minat Investor Tinggi, Kemenkeu Terima Pembiayaan Rp 8 Triliun dari Lelang SUN

Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:01 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerima pembiayaan sebesar Rp 8 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (26/10/2021). Penawaran yang masuk pada lelang meningkat dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya dari Rp 50,1 triliun ke Rp 69,5 triliun. Minat investor masih tetap tinggi meskipun pemerintah telah menurunkan target lelang menjadi Rp 8 triliun sejak lelang SUN sebelumnya.

Bid to cover ratio pada lelang kali ini juga meningkat menjadi 8,7 kali atau kembali menjadi yang tertinggi pada tahun 2021,” ucap Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu Deni Ridwan dalam pernyataan resmi yang diterima pada Selasa (26/10/2021).

Lelang dilakukan untuk SUN dengan seri SPN03220126 (new issuance), SPN12220707 (reopening), FR0090 (reopening), FR0091 (reopening), FR0088 (reopening), FR0092 (reopening) dan FR0089 (reopening).

Deni mengatakan partisipasi investor asing meningkat dari lelang SUN sebelumnya yaitu dari 8,3% menjadi 12,6% dari total bids. Seri-seri yang paling diminati investor, baik asing maupun domestik pada lelang SUN kali ini adalah tenor 6, 11, dan 21 tahun dengan total 71,0% dari total bid yang masuk. Terdapat penurunan Weighted Average Yield (WAY) yang dimenangkan untuk seluruh seri obligasi negara sekitar 4 sampai 22 bps dibandingkan dengan yield seri yang sama pada lelang SUN sebelumnya.

“Penurunan yield tertinggi pada obligasi negara  tenor 11 tahun. WAY yang dimenangkan pada lelang SUN hari ini juga lebih rendah sekitar 1 sampai 9 bps apabila dibandingkan dengan yield pada penutupan perdagangan sebelumnya,” kata Deni.

Dia mengatakan kondisi  pasar menjelang akhir tahun cukup stabil namun pelaku pasar masih tetap memperhatikan isu tingkat inflasi Amerika Serikat dan rencana tapering dari The Fed. 

“Namun, masih tingginya likuiditas dalam negeri dan berkurangnya penawaran SBN di pasar perdana menjadi katalis untuk penguatan yield SBN lebih lanjut,” ucapnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN