Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi FMCG. (beritasatu.com)

Ilustrasi FMCG. (beritasatu.com)

Aplikasi T-Rec Bantu Pemain FMCG Sinergikan Tim Lapangan

Jumat, 29 Oktober 2021 | 19:59 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – T-Rec membantu pemain barang konsumsi cepat habis (fast moving consumers good/FMCG) menyinergikan tim di lapangan dan kantor. Hal ini akan meningkatkan produktivitas, validitas data, dan kecepatan pelaporan, sehingga memperlancar bisnis.

“Dalam industri FMCG dan bisnis ritel, kecepatan adalah hal utama. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk membantu klien dalam menghasilkan data dengan tingkat validitas tinggi melalui proses yang cepat (real-time), sehingga perusahaan mendapatkan gambaran lebih luas mengenai kondisi yang dihadapi di lapangan saat ini agar tindakan yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran,” ujar CEO T-Rec Indonesia, Dagi Hendrawan, Jumat (29/10/2021).

Menurut dia, dengan populasi 268 juta jiwa lebih yang tersebar di 16 ribu pulau, Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik bagi industri FMCG. Terlepas dari badai pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020, industri FMCG merupakan salah satu sektor yang paling tahan banting, karena dapat terus bertahan, meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Satu hal menarik dari industri FMCG di Indonesia, kata dia, dari estimasi 4,5 juta jumlah outlet nasional, hampir 80% merupakan tipe tradisional yang didominasi oleh toko kelontong dan warung. Toko-toko ini tersebar di kota besar/kecil, sehingga perusahaan masih memerlukan banyak bantuan dari tim lapangan (SPG/SPB, salesman, merchandiser, canvasser) untuk memastikan distribusi, ketersediaan, hingga pemajangan, pemesanan dan penjualan produknya di toko.

Masalahnya, masih banyak perusahaan yang menggunakan cara klasik untuk mendokumentasikan proses kerja tim lapangan. Proses kerja non-digital seperti ini biasanya melibatkan banyak dokumen kertas, sehingga meningkatkan resiko human error dan fraud, sehingga validasi data menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, prosesnya tergolong lambat, sehingga mengurangi efisiensi dan produktivitas kerja bagi seluruh pihak.

Saat bekerja di salah satu perusahaan FMCG multinasional, Dagi mengalami kesulitan saat harus me-manage ribuan tim lapangan di seluruh Indonesia. Akhirnya, tercetus konsep bagaimana mensinergikan tim lapangan dengan back office dalam satu platform. Setelah resign dan melakukan riset dan pengembangan selama satu tahun, T-Rec diluncurkan pada November 2015.

T-Rec merupakan singkatan dari tracking and recording. Tracking (supervisi) tim lapangan dan recording (merekam) data-data saat mereka bertugas. Bergerak di ranah SaaS (software as a service) dengan aplikasi berbasis Android, T-Rec dirancang sesuai alur kerja dan dinamika FMCG di Indonesia. Dengan proses kerja yang tidak ribet dan modul-modul yang user-friendly, aplikasi ini sangat mudah digunakan sesuai kondisi di lapangan.

T-Rec juga dilengkapi dengan teknologi geo-location akurasi tinggi, anti fake-GPS dan fitur proximity lock untuk validasi lokasi tim dan pengambilan data saat di outlet. Aplikasi ini menjadi solusi bagi perusahaan FMCG dan pelaku bisnis ritel dalam melaksanakan supervisi aktivitas harian tim lapangan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, validitas data, dan kecepatan pelaporan.

Dia menuturkan, Untuk melayani kebutuhan klien korporasi akan analisis data yang lebih kompleks dan mendalam, saat ini telah tersedia Advanced Dashboard yang dilengkapi dengan machine learning. Hal ini sejalan dengan arah perkembangan T-Rec sebagai platform penyedia data analytics yang andal, terkini, dan komprehensif untuk membantu Manajemen dalam merumuskan keputusan bisnis baik taktis maupun strategis.

Hingga Oktober 2021, dia menyatakan, T-Rec telah melayani ribuan pengguna di 90 kota dan 34 provinsi baik dari perusahaan lokal maupun multinasional, dengan berbagai macam merek dan kategori produk yang tersebar di 800 ribu gerai seluruh Indonesia. Dengan mulai terkendalinya penanganan pandemi Covid-19 dan kembali menggeliatnya sektor FMCG, jumlah pengguna maupun klien yang bergabung diperkirakan lebih meningkat dari tahun sebelumnya.

Dagi Hendrawan mengungkapkan, T-Rec akan terus berbenah dalam melakukan pengembangan, mulai dari penambahan fitur, efisiensi workflow, UI/UX, pembenahan infrastruktur, hingga peningkatan kemampuan dashboard untuk analisis big data melalui teknologi artificial intelligence. Selain itu, dia berharap dapat berkolaborasi dengan platform lain seperti HRIS/payroll, image recognition, atau distributor management System (DMS), supaya dapat lebih melengkapi solusi yang ditawarkan dalam T-Rec Retail Solution and Beyond.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN