Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas gabungan melakukan penyekatan sistem ganjil genap di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/9/2021).  Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Petugas gabungan melakukan penyekatan sistem ganjil genap di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/9/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Komunitas Konsumen Indonesia Usulkan Taksi Online Dikecualikan dari Ganjil Genap

Kamis, 4 November 2021 | 16:18 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

Jakarta, Investor.id - Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengusulkan angkutan sewa khusus atau taksi online dikecualikan dari pembatasan ganjil genap di Jakarta.
Ketua KKI David Tobing menilai, pemerintah seharusnya mempertimbangkan sentimen publik sebelum menerapkan kebijakan tersebut. Dengan kembali berlakunya sistem ganjil genap ke aturan lama, kini masyarakat memiliki keterbatasan pilihan moda transportasi untuk mendukung aktivitas harian mereka sekaligus mengurangi potensi terpapar Covid-19.
“Penerapan ganjil genap perlu dievaluasi agar tidak menciptakan persepsi di publik bahwa kebijakan ini hanya menguntungkan bagi masyarakat kelas menengah yang mampu memiliki lebih dari satu mobil pribadi dengan pelat nomor ganjil dan genap,” kata David dalam diskusi publik Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) bertema Kebijakan Ganjil Genap Perlu Dievaluasi secara daring, Kamis (4/11/2021).
David menambahkan, dengan ditetapkannya taksi online sebagai angkutan sewa khusus, seharusnya mereka mendapat perlakukan yang sama dengan transportasi umum lainnya, salah satunya dengan dibebaskannya untuk melewati kawasan ganjil genap.
“Taksi online seharusnya menjadi pilihan dan dikecualikan dari kebijakan ganjil genap,” kata dia.
David berharap pemerintah menyikapi situasi ini dengan bijak dan segera mengevaluasi kebijakan ganjil genap demi mencegah kembali meningkatnya penyebaran Covid-19.
“Masyarakat perlu berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar rumah demi mencegah penambahan kasus Covid-19 mengingat pandemi masih ada di Indonesia," terang dia.
Oleh karena itu, lanjut dia, sebagai pengguna transportasi umum, masyarakat berhak untuk mendapatkan banyak alternatif dalam memilih moda transportasi yang memberikan perlindungan selama pandemi ini.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MTI Harya S Dillon menyatakan, masyarakat belum merasa aman untuk kembali menggunakan transportasi umum. Walaupun sudah berangsur pulih, namun pandemi belum sepenuhnya berlalu dari Indonesia, terutama di Jakarta yang sempat menjadi provinsi dengan penambahan kasus positif harian terbanyak.
Hal itu, terang dia, terlihat dari jumlah penumpang harian yang belum kembali ke tingkat sebelum pandemi.

Harya berpendapat perlunya dilakukannya suatu evaluasi terhadap kebijakan ganji genap yang diterapkan di masa PPKM untuk mengukur efektivitas kebijakan yang sudah berjalan lebih dari dua bulan. Selain itu, lanjut dia, perlu juga dilakukan program jangka menengah dan panjang untuk kebijakan pembatasan lalu lintas yang efektif dan layanan angkutan umum tak bertrayek yang berorientasi konsumen.

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN