Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat melakukan kunjungan di perkebunan nanas di Desa Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu 6 November 2021. (Foto: Dok. Kementan)

Mentan Syahrul Yasin Limpo saat melakukan kunjungan di perkebunan nanas di Desa Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu 6 November 2021. (Foto: Dok. Kementan)

Mentan Minta Hilirisasi Nanas Jambi Berorientasi Ekspor

Sabtu, 6 November 2021 | 20:45 WIB

JAMBI, investor.id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta desa sentral produksi nanas melakukan pengembangan di hulu hingga hilir. Ia juga berharap nanas ini diolah menjadi produk siap dijual dan berorientasi ekspor.

Hal ini disampaikan Mentan saat melakukan kunjungan di perkebunan nanas di Desa Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (6/11).

"Saya senang di sini tapi tentu ini masih perlu kita olah lagi. Saya tahu kalo nanas itu sangat dibutuhkan banget di luar negeri sehingga ini perlu konsentrasi - konsentrasi sedikit sehingga nanas bisa naik kelas. Jadi hilirisasinya harus jalan ini," ungkap Mentan.

Mentan juga berharap industri pengolahan nanas bisa segera dikembangkan di lokasi tersebut guna memproduksi olahan nanas yang siap ekspor. Untuk itu, Mentan mendorong adanya perluasan lahan untuk pengembangan nanas.

"Kalau bisa lahannya di atas 5.000 hektar, kita bisa mengarah ke skala industrinya untuk pengalengannya karena kalau tidak supply-nya bisa gak ada. Saya sangat tertarik banget dengan ini. Ada gak mesin mesin kecil untuk pengalengan ini. Karena ini kalo enggak di kaleng, gak bisa diekspor," ujar Mentan.

Lebih lanjut, Mentan mendorong petani desa tangkit baru juga menanam komoditi pertanian lainnya yang bisa ditumpang sari dengan tanaman nanas atau ditanam di pinggiran kebun seperti jagung, pinang. Hal ini bertujuan untuk menambah pendapatan petani dan meningkatkan ketahanan pangan mandiri.

"Saya kira di sini juga jangan hanya nanas saja di pinggir-pinggir itu harus ada komoditi lain. Saya sepakat melihat pinang bisa dikembangkan juga atau yang lainnya," kata Syahrul.

Diketahui, Desa Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi merupakan perkebunan nanas terluas di Provinsi Jambi. Daerah ini juga menjadi sentra penjualan nanas.

Sebagian besar areal kebun nanas di desa tersebut merupakan kawasan dataran rendah gambut yang berada pada ketinggian 20 meter di atas permukaan laut (mdpl). Nanas yang dikembangkan petani hingga sekarang di desa tersebut jenis Queen (daun pendek berduri tajam, buah lonjong mirip kerucut).

Petani nanas Ambok Asek mengatakan, peremajaan tanaman nanas juga dilakukan secara berkesinambungan. Para petani, lanjutnya, memastikan nanas terawat karena komoditas buah tersebut merupakan satu-satunya andalan utama pendapatan mereka.

"Nanas sudah menjadi lama menjadi satu-satunya andalan usaha ekonomi keluarga kami. Karena itu, kami tetap merawat kebun nanas kami dengan baik,”katanya.

Kepala Desa Tangkit Baru, Supadi mengatakan, dinas instansi terkait seperti dinas pertanian, koperasi, pertanian dan pihak swasta juga sering melakukan pelatihan terhadap petani dan UMKIM pengolahan dodol nanas di Desa Tangkit Baru. Pelatihan itu diberikan agar para petani bisa terus berionvasi dalam pengolahan, pembuatan kemasan dan pemasaran nanas dan dodol nanas.

“Untuk saat ini, di masa pandemi, pemilik UMKM dodol nanas meningkatkan memasarkan produk mereka secara online (digital),” tutupnya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN