Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkop UKM Teten Masduki dalam acara grand launching aplikasi Nasari Digital secara daring, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Menkop UKM Teten Masduki dalam acara grand launching aplikasi Nasari Digital secara daring, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Pembentukan Koperasi Multipihak Percepat Modernisasi

Selasa, 9 November 2021 | 15:29 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menilai dengan adanya pembentukan koperasi multipihak akan mempercepat modernisasi koperasi. Sebab, berbagai inovasi seperti yang dilakukan perusahaan rintisan (startup) membutuhkan model kelembagaan yang tepat, sehingga bisa menciptakan nilai serta manfaat besar bagi seluruh stakeholder.

“Kuncinya ada yang mendukung inovasi dalam model bisnis dengan skema kelembagaan dan keanggotaan tepat, sehingga memberi manfaat besar bagi seluruh stakeholder,” ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Koperasi Fest yang berlangsung secara virtual, Selasa (9/11/2021).

Pemerintah akan mengeluarkan regulasi mengenai pembentukan koperasi multipihak ini. Ini bisa mengakomodasi startup yang ingin menjalankan bisnis dalam bentuk koperasi.

“Saat ini, regulasinya sudah siap dalam bentuk peraturan menteri. Dengan regulasi ini, milenial yang ingin membuat startup atau platform tidak perlu lagi berkecil hati,” ucapnya.

Pengembangan koperasi multipihak dilakukan untuk mengaggregasi kepentingan dan berbagai modalitas serta sumber daya para pihak. Dalam pembentukan koperasi multipihak, bisa ditentukan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat, yaitu  entrepreneur, worker, investor, partner, dan user. Penentuan keputusan menggunakan pola proporsional right pooling sehingga wajar dan adil bagi semua pihak.

“Praktik semacam ini berkembang luas di negara lain, karena manfaatnya bagus. Mulai tahun ini, kami adopsi model ini menjadi salah satu pendekatan dalam modernisasi koperasi di Indonesia,” kata Teten.

Teten mengatakan, modernisasi koperasi harus dilakukan agar  generasi muda tertarik untuk bekerja dalam mengelola koperasi.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, generasi milenial  dan generasi Z mendominasi struktur penduduk Indonesia, masing-masing 69,9 juta jiwa atau 25% dan 75,49 juta jiwa atau  atau 27,94% dari total 270,2 juta. Artinya, 50% lebih penduduk Indonesia usia muda dan produktif.

“Karena itu, keadaan generasi muda ini mendisrupsi berbagai pola lama yang adak, termasuk koperasi.  Diharapkan dengan berbagai ide dan kreativitas generasi muda dapat melanjutkan berbagai terobosan di bidang ekonomi, bisnis, dan koperasi,” kata Teten.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN