Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Foto: kppu.go.id

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Foto: kppu.go.id

KPPU Tangani 187 Kasus Merger dan Akuisisi

Rabu, 24 November 2021 | 10:45 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menerima 187 notifikasi merger dan akuisisi sepanjang tahun 2021, dengan 58 di antaranya merupakan notifikasi perusahaan asing.

“Sebagian besar notifikasi asing tersebut terkaitan dengan industri manufaktur, konstruksi, dan perkebunan,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama, Sekretariat KPPU Deswin Nur pada acara Media Gathering, Selasa (23/11).

Beberapa notifikasi merger dan akusisi yang masuk ke KPPU di antaranya adalah akuisisi PT Cikondang Kancana Prima oleh PT Indo-Rama Synthetics Tbk, PT Kalbe Genexine Biologics oleh General Atlantic Singapore KGBio Pte Ltd, Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk, UD Trucks Corporation oleh Isuzu Motors Limited, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk oleh PT Tower Bersama, dan PT XL Axiata Tbk oleh PT Centratama Menara Indonesia.

Deswin mengungkapkan, tahun 2021 masih menjadi tahun yang cukup menantang bagi semua pihak, tidak terkecuali bagi KPPU. “Meski di tengah berbagai tantangan tersebut, KPPU masih menunjukkan berbagai kinerja positif di bidang penegakan hukum di sepanjang tahun 2021,” ujar dia.

Secara umum, menurut Deswin, kinerja persaingan usaha terlihat dari peningkatan nilai indeks persaingan usaha 2021 yang meningkat dari 4,67 menjadi 4,81. Berbagai indikator kinerja penegakan hukum juga menunjukkan nilai positif.

Dari sisi penegakan hukum, kata Deswin, KPPU menjelaskan bahwa telah menyelesaikan 47 laporan dari 174 laporan yang ditangani tahun ini, serta menangani 29 penelitian perkara inisiatif. Delapan di antaranya lanjut ke tahap penyelidikan.

“Jumlah perkara KPPU yang diputus sepanjang tahun 2021 pun signifikan, yakni 23 perkara dengan 6 putusan KPPU dikuatkan di Pengadilan Niaga,” tegas dia.

Dia melanjutkan, aspek kemitraan UMKM juga menjadi fokus besar KPPU pada tahun 2021. Tahun terdapat 16 pengawasan kemitraan yang dilakukan KPPU, di mana 4 diantaranya telah ditindaklanjuti ke perkara.

“KPPU juga aktif melakukan upaya pemberian saran dan pertimbangan atas kebijakan pemerintah. Dari sisi kebijakan, telah disampaikan 9 kajian kebijakan persaingan usaha terkait berbagai tindakan perdagangan lintas batas,” ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut, KPPU turut mengumumkan nominasi penerima KPPU Award 2021 bagi Kementerian dan Pemerintah Provinsi. Terdapat 11 Kementerian dan 9 Pemerintah Provinsi yang dinominasikan KPPU untuk menerima anugerah tersebut.

KPPU Award adalah anugerah yang diberikan kepada Kementerian dan Pemerintah Provinsi atas kinerja dan kontribusi mereka dalam menerapkan prinsip persaingan usaha dan prinsip kemitraan yang sehat dalam kebijakan ekonominya. Anugerah tersebut akan diberikan pada kegiatan penganugerahan yang akan dilaksanakan pada 14 Desember mendatang.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN