Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021 pada Rabu (24/11).

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021 pada Rabu (24/11).

 Kementerian Investasi Minta DAK Tambahan untuk DPMPTSP

Rabu, 24 November 2021 | 12:53 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati agar memberikan tambahan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di daerah agar bisa meningkatkan realisasi investasi.

"Kita harus terima kasih kepada Ibu Menkeu, kalau bisa ditambah lagi," ucap Bahlil dalam Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021 pada Rabu (24/11).

Menurutnya DAK non-fisik yang diterima DPMPTSP telah berdampak positif dalam perbaikan kinerja investasi di daerah. Pada tahun 2020 lalu sebesar Rp 227 triliun dan tahun 2021 ini besarannya meningkat menjadi Rp 260 triliun.

Dalam implementasinya realisasi investasi, tidak sejalan dengan efek pengganda (multiplier effect) Misalnya di Maluku Utara dan di Sulawesi Tengah nilai investasinya tidak sebesar Jawa Barat tetapi multiplier effect-nya itu tinggi.

“Jadi nilai investasi belum tentu mencerminkan multiplier effect yang masif,” ucapnya.

Kementerian Investasi menargetkan realisasi investasi tahun 2022 dapat mencapai Rp 1.200 triliun. Target tersebut dijalankan sebagai salah satu upaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,4% sampai 6% di tahun 2022.

“Kami punya strategi mengawal investasi end to end, jadi dari 34 provinsi kita bagi harus sekitar 600-700 perusahaan kemudian kita kawal. Karena itu kenaikannya kurang lebih sekitar 23 sampai 33%,” ucap Bahlil. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN