Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan paparan bertajuk Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, Rabu (24/11/2021). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan paparan bertajuk Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, Rabu (24/11/2021). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

BI Tetap Komit Membeli Langsung SBN 

Rabu, 24 November 2021 | 17:16 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia tetap berkomitmen melakukan pembelian SBN secara langsung dari pemerintah sesuai Keputusan Bersama III (KB III).  Pada APBN 2021, jumlahnya sebesar Rp 215 triliun dan pada APBN 2022 sebesar Rp 224 triliun dengan suku bunga rendah sebesar Bank Indonesia Reverse Repo Rate tenor 3 bulan. Dalam dua tahun terakhir, 2020 dan 2021, pembelian SBN oleh BI untuk mendukung APBN menccapai Rp 616,5 triliun, terbagi atas Rp 473,2 triliun tahun 2020 dan Rp 143,3 triliun tahun 2021.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, koordinasi fiskal dan moneter semakin diperkuat, tidak saja dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pemulihan ekonomi nasional,  tetapi juga melalui partisipasi Bank Indonesia dalam pendanaan APBN melalui pembelian SBN dari pasar perdana sebagai pelaksanaan UU No 2 Tahun 2020. 

Pada tahun 2020, Bank Indonesia telah mendukung pembiayaan APBN sebesar Rp 473,2 triliun, terdiri dari pembelian SBN melalui mekanisme lelang di pasar perdana (Keputusan Bersama, KB I) sebesar Rp 75,86 triliun dan pembelian SBN secara langsung sebagai mekanisme pembagian beban (burden sharing) APBN (Keputusan Bersama, KB II) sebesar Rp 397,56 triliun. 

Sepanjang tahun 2021, Bank Indonesia kembali mendukung pendanaan APBN melalui pembelian SBN dari pasar perdana berdasarkan KB I sebesar Rp 143,32 triliun, yang terdiri dari Rp 67,87 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp 75,46 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO). 

Lebih dari itu, dalam mengatasi meningkatnya kebutuhan APBN untuk pembiayaan kesehatan dan kemanusiaan akibat merebak dengan cepatnya varian delta pandemi Covid-19, Bank Indonesia juga berkomitmen untuk melakukan pembelian SBN secara langsung dari Pemerintah sesuai Keputusan Bersama III (KB III). Yaitu, jumlahnya sebesar Rp 215 triliun untuk APBN tahun 2021 dan sebesar Rp 224 triliun untuk APBN tahun 2022, dengan suku bunga rendah sebesar Bank Indonesia Reverse Repo Rate tenor 3 bulan.

Selain suku bunga rendah, Bank Indonesia juga mengembalikan sebagian penerimaan kupon yang diterima dari pembelian SBN tersebut, yaitu dari SBN senilai Rp 58 triliun untuk APBN 2021 dan Rp 40 triliun untuk APBN 2022, sehingga tidak ada beban bunga dalam APBN bagi Pemerintah. Hal ini menunjukkan kuatnya komitmen Bank Indonesia untuk mendukung pendanaan APBN baik dalam pembiayaan kesehatan dan kemanusian akibat pandemi Covid-19 maupun dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, tentunya implementasi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN