Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melepas ekspor pertanian senilai Rp 568,7 miliar di Pelabuhan Peti Kemas JICT Tanjung Priok Kamis 25 November 2021. (Foto: Dok. Kementan)

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melepas ekspor pertanian senilai Rp 568,7 miliar di Pelabuhan Peti Kemas JICT Tanjung Priok Kamis 25 November 2021. (Foto: Dok. Kementan)

Mentan: Kita Harus Berani Melompat untuk Genjot Ekspor

Kamis, 25 November 2021 | 16:45 WIB

JAKARTA, investor.id - Meski di tengah pandemi Covid-19, pertanian tetap berproduksi dan berkontribusi dalam neraca perdagangan. Nilai ekspor sektor pertanian relatif tumbuh positif setiap bulannya, bahkan dari tahun lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melepas ekspor pertanian senilai Rp 568,7 miliar di Pelabuhan Peti Kemas JICT Tanjung Priok (25/11/2021).

“Tak tanggung-tanggung ekspor kali ini volume sebanyak 13,19 ribu ton, dan akan dikirim ke 26 negara tujuan, di antaranya yaitu Amerika Serikat, Inggris, Polandia, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Thailand, Latvia dan lainnya,” ujar Mentan, sebagaimana dikutip dari keterangan pers.

Mentan Syahrul mengatakan, ekspor ini adalah langkah konkret dalam melaksanakan instruksi Presiden Jokowi. Untuk itu, para pejabat negara untuk melakukan langkah yang diperlukan, seperti percepatan layanan, transparansi dan lainnya agar para pengusaha dapat lebih mudah melakukan bisnis, dan ekspor menggambarkan seperti itu.

“Jika impor menggambarkan kita kekurangan, sedangkan ekspor kita telah berbuat seuatu untuk negara. Kembali mengingat kita 350 tahun dijajah hanya karena rempah jadi rempah kita paling berharga di dunia, karenanya mari kembangkan dan manfaatkan untuk ekspor,” ujar Mentan.

"Pada saat Merdeka Ekspor 17 Agustus lalu, dalam 7 hari ekspor naik 7,2 triliun, namun belum semua kabupaten bisa ekspor, kenapa? Ayo cari semut bisa diekspor itu, larva , belatung (maggot) juga bisa diekspor. Kenapa ada kabupaten yang belum bisa ekspor? Hanya perlu didorong itu," imbuhnya.

Upaya Perlindungan Sumber Daya Pertanian

Di kesempatan yang sama, Mentan juga menjelaskan pentingnya peran karantina pertanian.

“Jangan kira karantina hanya berjaga jaga saja, yang dijaga itu adalah mikroba, penyakit hewan tumbuhan yang bisa menyebar ke komoditas pertanian kita. Karantina sangat penting agar tidak menyebar penyakit. Tidak ada yang masuk ke negara kita tanpa ada pengawasan,” ungkapnya

Peran karantina sangat penting bagi negara besar yang memiliki banyak pulau seperti Indonesia. Menurutnya, kalau perang senjata, bisa terlihat namun perang bioterorisme melalui mikroba itu sangat berbahaya bagi negara dan tidak terlihat bentuknya.

"Di balik karantina ada laboratorium yang memeriksa, meneliti sampel jadi jika ada proses itu bukannya diperlambat tapi sedang dipercepat dengan pemeriksaan dan inovasi karantina pertanian," ujarnya.

Mentan pun mengajak agar semua pemangku kepentingan pertanian agar berani melompat, di saat orang lain tidak bisa. Itu, menurutnya, amanat dari Bapak Presiden untuk terus meningkatkan ekspor.

"Oleh karenanya, harap pak gubernur, pak bupati jangan sampai tidak ada wilayah yg tidak ada ekspor komoditas pertanian," imbuhnya.

Adapun ragam komoditas yang diekspor sebanyak 26 jenis diantaranya air kelapa, kelapa bulat, lada, pinang biji, premix, larva kering dan makanan hewan peliharaan.

Mentan menyerahkan langsung health certificate dan phytosanitary certificate kepada perwakilan perusahaan PT. Pacific Eastern Coconut Utama, eksportir air kelapa, PT. Patel Trading, eksportir pinang biji dan PT Jati Perkasa Nusantara, eksportir Pemix. Selama Januari - Desember 2020 nilai ekspor pertanian Rp. 451,8 trilliun, meningkat 15,79 persen dibandingkan periode yang sama 2019 sebesar Rp. 390,2 trilliun.

Demikian juga pada 2021, selama Januari-Oktober 2021, ekspor pertanian mencapai Rp. 518,85 trilliun, meningkat 47,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp 352,09 trilliun.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN