Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Anteraja Suyanto Tjoeng. (ist)

CEO Anteraja Suyanto Tjoeng. (ist)

Permintaan Jasa Pengiriman Cepat Melesat Selama Pandemi

Kamis, 25 November 2021 | 19:25 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Permintaan jasa pengiriman cepat barang e-commerce melesat selama pandemi Covid-19. Kini, 80% pembeli barang di e-commerce menginginkan layanan pengiriman instan atau same day delivery.

“Bahkan, sebesar 61% memilih menggunakan layanan pengiriman 1-3 jam,” ujar CEO Anteraja Suyanto Tjoeng dalam acara Economic Outlook 2022 sesi Momentum Ekspansi Ekonomi Digital yang digelar BeritaSatu Media Holdings secara virtual, Kamis (25/11/2021).

Menurut dia, e-commerce adalah segmen terbesar di industri digital Indonesia. Penetrasi e-commerce kian kuat, begitu Indonesia diterpa pandemi Covid-19. Sebab, selama pandemi, mobilitas menjadi terbatas, sehingga sebagian masyarakat memilih belanja online, baik lewat e-commerce, media sosial, hingga Whatsapp. Kini, sebagian orang tergantung pada belanja online.

Keadaan itu, dia melanjutkan, memicu pergeseran kecenderungan kebutuhan pengiriman. Tadinya, jika berbelanja di e-commerce, konsumen cenderung memilih layanan bebas ongkos kirim (ongkir) dengan jangka waktu 1-2 hari. Akan tetapi, saat pandemi terjadi, menerima barang dengan cepat menjadi kebutuhan. Imbasnya, permintaan layanan pengiriman same day delivery meningkat. “Jadi, pandemi ini membuat konsumen ingin barang yang dibeli di e-commerce diterima secepat mungkin,” kata dia.

Fenomena itu, kata Suyanto, membuat jumlah perusahaan layanan pengiriman cepat kian banyak. Ini untuk menjawab lonjakan permintaan jasa ini.

Dia menuturkan, Indonesia adalah pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara, bahkan pemain penting di Asia Pasifik. Artinya, kepercayaan masyarakat berbelanja di e-commerce naik.

Bisnis e-commerce, kata dia, menjadi penopang ekonomi internet di Indonesia. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi digital nasional diprediksi naik dua kali lipat dan mencapai US$ 146 miliar pada 2025. Hal ini akan menyuburkan bisnis jasa pengiriman yang berperan besar dalam menopang geliat bisnis e-commerce di Tanah Air.

Saat ini, dia menegaskan, kebanyakan penjual di e-commerce adalah kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sebagian pemain besar juga gencar menambah saluran pemasaran di e-commerce. Pada titik ini, UMKM perlu memahami cara berbisnis secara digital.

Suyanto menilai, pemahaman UMKM terhadap bisnis digital juga terus membaik. Buktinya, sekitar 98% merchant e-commerce sudah bisa melayani transaksi digital, mulai dari virtual account, QRIS, hingga dompet digital. Adapun sebesar 60% pembeli e-commerce sudah menjalankan pembayaran digital.

Perusahaan logistik, demikian Suyanto, sebagai ekosistem e-commerce juga harus masuk ranah digital untuk mencapai efisiensi. Ini bertolak belakang dengan anggapan industri logistik padat karya, berteknologi rendah, dan sulit berubah.

“Karena itu, kami kembangkan diri. Kami melihat dengan menerapkan teknologi digital, ada beberapa kontribusi yang bisa diberikan ke ekonomi,” kata dia.

Pertama, dia menuturkan, Anteraja membantu UMKM mengembangkan bisnis. Saat ini, Anterja sudah melayani pengiriman barang 1 juta UMKM. Anteraja mendukung UMKM memperluas jangkauan produk dengan layanan last mile delivery dan gudang Titip Aja. Layanan ini membuat UMKM lokal menjadi nasional, bahkan bisa masuk pasar regional.

Gudang Titip Aja, kata dia, ada di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Palembang. Fasilitas ini dimanfaatkan UMKM di kota mana saja. Sebagai contoh, pedagang Surabaya bisa menyetok barang di pasar-pasar besar, seperti di Medan. Ini akan membantu konsumen lebih cepat mendapatkan barang dan menikmati ongkir murah. Volume bisnis UMKM terkait juga bisa naik, kendati berbasis di Surabaya.

Kedua, kami siapkan sumbe daya manusia (SDM) dan teknologi tepat guna. Kami membuat bikin teknologi mudah untuk kurir dan operator. Dengan belajar sedikit, mereka bisa memakainya. Teknologi ini juga bisa berikan analisis data yang bisa membuat logistik efisien.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN