Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga

Wamendag Prediksi Surplus Neraca Perdagangan bakal Tembus Rekor Lagi

Kamis, 25 November 2021 | 19:31 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  -Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Oktober 2021 sebesar US$ 5,73 miliar. Surplus tersebut ditopang surplus neraca nonmigas yang mencapai US$ 6,61 miliar. Di sisi lain ada defisit neraca migas sebesar US$ 0,87 miliar. Secara akumulatif, surplus neraca perdagangan periode Januari hingga Oktober 2021 mencapai US$ 30,81 miliar.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menerangkan, angka itu merupakan rekor tertinggi semenjak 10 tahun terakhir. Dia berharap semoga tren tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

“Saya optimis untuk menutup tahun ini bisa mencapai lebih tinggi dan Mudah-mudahan bisa mencapai angka surplus neraca perdagangan yang bisa menjadi rekor sepanjang sejarah Indonesia,” ucap Jerry dalam Beritasatu Economic Outlook 2022 hari ke-4, di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Dia mengatakan, hasil tersebut juga sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengamanatkan kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mencapai surplus di neraca perdagangan dan bersyukur dapat dicapai.

Jerry mengatakan angka surplus yang signifikan itu bukan hanya kerja keras dari Kemendag saja melainkan semua pihak baik dari lintas kementerian. Lembaga, intitusi dan juga pemerintah daerah.

“Hampir semua secara umum mengalami kenaikan yang cukup progesif. Ini menunjukkan bahwa sekali lagi ekspor kita lebih besar dari impor kita dan sekaligus menunjukkan serta menegaskan bahwa ekspor kita kuat,” kata Jerry.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), beberapa negara mitra dagang Indonesia yang menjadi penyumbang surplus perdagangan terbesar pada Oktober 2021 di antaranya Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan Filipina, dengan jumlah mencapai US$ 3,67 miliar. Sementara Australia, Singapura, dan Thailand menjadi negara mitra penyumbang defisit perdagangan terbesar dengan jumlah sebesar US$ 1,13 miliar.

Secara kumulatif, surplus perdagangan tersebut ditopang neraca nonmigas US$ 40,08 miliar dan defisit migas US$  9,28 miliar. Berdasarkan negara kontributornya, surplus perdagangan Januari-Oktober 2021 berasal dari AS dengan nilai mencapai US$ 11,52 miliar; Filipina (US$  5,86 miliar); dan India (US$  4,76 miliar).

Pada Oktober 2021, kinerja ekspor Indonesia juga menunjukkan kemajuan. Kemendag mengungkapkan bahwa ekspor Indonesia pada Oktober 2021 tercatat sebesar US$  22,03 miliar atau naik 6,89% dibanding bulan sebelumnya (MoM). Kinerja ekspor Oktober mencetak rekor baru dengan nilai ekspor bulanan tertinggi sepanjang sejarah, bahkan melampaui angka pada Agustus 2021 lalu.Kenaikan ini didorong meningkatnya ekspor migas sebesar 9,92% dan nonmigas sebesar 6,75%.

Pertumbuhan ekspor nonmigas Oktober 2021 disebabkan peningkatan ekspor dari seluruh sektor, terutama pertambangan yang naik 20,11% dibanding bulan sebelumnya (MoM). Kemudian diikuti migas (9,91%), pertanian (2,70%), dan industri pengolahan (3,61%).

Adapun produk-produk utama Indonesia yang menyumbang peningkatan kinerja ekspor nonmigas pada bulan Oktober, antara lain bahan bakar mineral/batubara (HS 27) sebesar 26,59% dibanding bulan sebelumnya (MoM), lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) 19,12%; besi dan baja (HS 72) 11,35%, alas kaki (HS 64) 4,19%, serta berbagai produk kimia (HS 38) 2,99%.

Selanjutnya, produk ekspor lain yang juga tumbuh signifikan dibanding bulan sebelumnya (MoM) adalah ampas dan sisa industri makanan (HS 23) sebesar 42,07% timah dan barang daripadanya (HS 80) 37,29% dan barang dari besi dan baja (HS 73) 33,67%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN