Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meluncurkan portal UKM Nasional SMEsta.id (Small and Medium Enterprises Station) di Jakarta, Kamis 25 November 2021. (Foto: Dok. Kemenkop dan UKM)

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meluncurkan portal UKM Nasional SMEsta.id (Small and Medium Enterprises Station) di Jakarta, Kamis 25 November 2021. (Foto: Dok. Kemenkop dan UKM)

Resmi Diluncurkan, Platform SMEsta.id Dorong UKM Ekspor

Kamis, 25 November 2021 | 20:55 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) meluncurkan portal UKM Nasional SMEsta.id (Small and Medium Enterprises Station).

Adapun portal ini ditujukan untuk mendongkrak target UKM ekspor hingga 17 persen secara nasional pada 2024. 

SMEsta.id merupakan portal UKM Nasional berbasis website/katalog digital yang menyediakan informasi lengkap mengenai program pelatihan UKM, pembiayaan, perluasan pasar, perizinan dan standardisasi, persyaratan dan kriteria ekspor impor, market intelligence, serta peluang usaha di beberapa negara yang terintegrasi secara regional dengan portal ASEAN Access. 

Platform ini merupakan hasil kerja sama antara Kemenkop UKM berserta Keduataan german lewat ASEAN SMEs GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH), serta Kadin.

“SMEsta hadir sebagai dukungan kepada UKM Indonesia, terutama dalam hal promosi dan perluasan pasar. Launching SMEsta ini diharapkan membuka pangsa pasar baru bagi UKM ekspor. Sehingga ini menjadi bagian dari kenaikan target ekspor hingga 17 persen di 2024 bisa tercapai,” ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam peluncuran SMEsta.id di Jakarta, Kamis (25/11). 

Teten mengatakan, pihaknya optimistis 10.000 UKM tergabung dalam platform SMEsta di tahun 2024. 

“Selain itu, target 30 juta UMKM masuk dalam ekosistem digital di 2024. Di mana saat ini telah mencapai 16,4 juta atau naik sebesar 25,6 persen. Angka ini tumbuh luar biasa, hampir 105 persen dibanding sebelum pandemi yang hanya 8 juta UMKM,” kata Teten. 

Indonesia, lanjutnya, memiliki potensi ekonomi digital yang sangat luar biasa. Transaksi e-commerce naik 54 persen atau lebih dari 3 juta transaksi per hari. Tercatat pendapatan e-commerce mencapai 44 miliar dolar AS atau setara Rp 640 triliun selama pandemi dan diproyeksi mencapai 124 miliar dolar AS atau setara Rp 1.700 triliun pada 2025. 

Sementara itu, Deputi Bidang UKM Kemenkop dan UKM Hanung Harimba Rachman mengatakan,  jumlah UKM yang telah bergabung pada Portal UKM Nasional SMEsta mencapai 1.521 UKM ekspor dan 9 mitra pendukung UKM.

Ke depan, diharapkan Portal UKM Nasional ini akan diperluas melalui integrasi ke dalam laman pengadaan barang dan jasa pemerintah (e-katalog dan bela pengadaan). 

“Serta menjadi katalog promosi produk UMK di dalam dan luar negeri, dengan dampak yang lebih luas khususnya dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya. 

Cluster Coordinator ASEAN GIZ Sergey Makarov mengatakan, pihaknya merasa terhormat bisa bergabung dan bersama-sama berkontribusi mendorong UMKM Indonesia bisa berkembang dan memperluas pasarnya hingga ke kawasan regional. 

“UMKM Indonesia terbukti resilient terhadap krisis yang terjadi saat ini. Diharapkan dengan terbentuknya SMEsta, UMKM Indonesia terus berkontribusi bagi ekonomi nasional,” tuturnya. 

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN