Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga. ( Foto: Istimewa )

Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga. ( Foto: Istimewa )

Ini Cara Kemendag Kembangkan Ekonomi Digital

Kamis, 25 November 2021 | 23:25 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mencapai Rp 4.531 triliun pada 2030. Untuk itu Kementerian Perdagangan (Kemendag) berusaha melakukan pengembangan ekonomi digital di Indonesia agar nilai tersebut bisa dinikmati para pelaku usaha dalam negeri.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menerangkan, pihaknya melakukan edukasi masyarakat untuk bangga terhadap produk Indonesia, salah satunya melalui kampanye Gerakan Nasional bangga buatan Indonesia (BBI).

Kedua, pembinaan. Meningkatkan daya saing UMKM melalui berbagai pelatihan dan pendampingan peningkatan kualitas produk, fasilitasi kapasitas manajemen pelaku usaha, pengembangan kemitraan usaha, peningkatan akses pasar bagi produk dalam negeri di dalam dan luar negeri.

Ketiga regulasi. Menyiapkan instrumen regulasi yang adaptif, mendukung iklim usaha dan tetap mengutamakan kepentingan nasional. Sebagai contoh, ada Permendag No 50 tahun 2020 tentang ketentuan perizinan usaha, periklanan, pembinaan, dan pengawasan pelaku usaha dalam perdagangan melalui sistem elektronik. Lalu UU no 7 tahun 2014 perdagangan (pasal 66) dan PP no 80 tahun 2019 tentang perdagangan melalui sistem elektronik.

“Kami siap untuk mendukung. Ini tentunya menjadi salah satu bagian dari prioritas dalam menyiapkan ekosistem yang sehat bagi para pelaku. Karena ujungnya pemerintah itu memfasilitasi. Tetapi dalam rangka untuk usaha lalu esekusi itu banyak dari para stakeholder atau pelaku usaha,” ucap dia dalam Beritasatu Economic Outlook 2022, hari ke-4 di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Dalam acara tersebut, Jerry menerangkan, UMKM adalah pilar ekonomi khususnya bagi perdagangan di Indonesia. Penyerapan tenaga kerjanya itu adalah 97%. Lalu kontribusi terhadap PDB pada 2018 sebesar 61%. Sayangnya kontribusi UMKM terhadap UMKM belum tinggi, dimana pada periode Januari-September 2020 kontribusi UMKM untuk ekspor sebesar 4,39% dari total ekspor.

“Ini tugas kita semua memastikan bahwa UMKm Terupgrade,” ucap dia.

Jerry menerangkan, Kemendag mempunyai progam yang konkrit seperti Balai Pelatihan Ekspor untuk memberikan pelatihan yang sifatnya advokasi, pendampingan juga dukungan kepada UMKM untuk memastikan produk mereka itu dibantu.

Dia menjelaskan, setidaknya ada 5 kebijakan kita untuk mendukung UMKM ekspor. Pertama, fasilitasi kemudahan pembiayaan Umkm ekspor dengan berkerjasama dengan lembaga perbankan dan non perbankan dengan target 300 UMKM. Kedua, peningkatan kapasitas UMKM ekspor untuk hal desain, kemasan, sertifikasi, dan brand dengan target 3.000 UMKM. Ketiga, fasilitasi promosi dengan target 300 UMKM dan digitalisasi UMKM ekspor dengan target 1.500 UMKM. Keempat, pengintegrasian database UMKM ekspor dan kelima melakukan progam kolaborasi mencetak eksportir UMKM baru sebanyak 2430 UMKM.

“Kita punya ITP Kemendag yang tersebar di 46 negara. Mereka adalah ujung tombak yang melakukan business matching antara seller dan buyer. Ini bisa membantu UMKM untuk tahu produk ekspor apa yang dibutuhkan pasar,” ujar Jerry.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN