Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peluncuran program bantuan tunai untuk usaha mikro di wilayah PPKM (Jawa dan Bali) dilakukan di kantor Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Bali, di Denpasar, Senin 22 November 2021. (Foto: Dok. Kemenkop dan UKM)

Peluncuran program bantuan tunai untuk usaha mikro di wilayah PPKM (Jawa dan Bali) dilakukan di kantor Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Bali, di Denpasar, Senin 22 November 2021. (Foto: Dok. Kemenkop dan UKM)

Kemenkop dan Baznas Bantu Permodalan 500 Usaha Mikro di Bali

Jumat, 26 November 2021 | 09:57 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan bantuan permodalan kepada 500 usaha mikro dan 41 warung/restoran di Bali untuk mendukung pemulihan pascapandemi.

Adapun permodalan ini merupakan bagian dari program Kita Jaga Usaha di Denpasar, Bali. Masing-masing mendapatkan bantuan permodalan sebesar Rp1 juta.

Peluncuran program bantuan tunai untuk usaha mikro di wilayah PPKM (Jawa dan Bali) dilakukan di kantor Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Bali, di Denpasar, Senin (22/11). 

Menkop dan UKN Teten Masduiki mengatakan, kerja sama dengan Baznas ini diharapkan terus bergulir agar lebih banyak lagi membantu UMKM di berbagai daerah di Indonesia. Program Kita Jaga Usaha ini pun membantu usaha mikro yang belum terhubung ke pembiayaan formal, terutama yang terdampak paling dalam karena pandemi Covid-19. 

“Kerja sama ini terus bergulir, mudah-mudahan ikut meringankan beban para pelaku mikro. Pemerintah tak bisa kerja sendiri, butuh sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak,” ucapnya.

Teten menilai, pelaku UMKM khususnya di Bali sangat terdampak pandemi Covid-19. UMKM Bali umumnya bergerak di sektor pariwisata, sektor yang menyumbang 56 persen ekonomi Bali. Namun, sektor pariwisata hingga saat ini belum pulih.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Teten menyebut, ekonomi Bali kembali mengalami kontraksi sedalam 2,91 persen pada kuartal III-2021 yoy (year-on-year). Kontraksi ini terjadi setelah sempat bangkit dari masa resesi dengan mengalami pertumbuhan positif pada kuartal II-2021 sebesar 2,88 persen yoy. 

“Di saat yang sulit seperti ini, pemerintah sangat berterima kasih atas dukungan dari berbagai pihak yang ikut berkontribusi membantu UMKM yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Teten. 

Teten menegaskan, pemerintah tetap mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui kelanjutan Program PEN tahun 2021 bagi KUMKM, dengan memberikan stimulus pembiayaan bagi KUMKM.

Kemenkop dan UKM juga melanjutkan program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk membantu permodalan usaha mikro dan daya beli masyarakat. Di mana tahun ini alokasinya sebesar Rp15,36 triliun dan telah terealisasi 100 persen disalurkan kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro. 

KemenKopUKM terus melakukan sinergi dengan berbagai pihak, memperkuat ekosistem penguatan daya saing UMKM (hulu-hilir) dengan fasilitasi dukungan pelatihan dan pendampingan, sertifikasi/standarisasi UMKM, korporatisasi petani, fasilitasi kemitraan, factory sharing, penguatan aspek pembiayaan, fasilitasi promosi dan perluasan akses pasar, serta literasi dan digitalisasi UMKM. 

Sementara itu, Ketua Baznas Noor Achmad berharap bantuan usaha mikro dari Program Kita Jaga Usaha bisa tersebar di kota dan provinsi terutama pengusaha kecil yang membutuhkan bantuan usaha di seluruh Indonesia. 

“Usaha mikro tumbuh diharapkan menjadi kekuatan tangguh ekonomi. Begitu dibuka kembali, UMKM Bali akan memberikan dampak besar bagi ekonomi daerah. Kami juga akan memperkuat warung-warung kecil yang ada di desa-desa,” jelas Noor. 

Selain itu, Baznas juga terus memperkuat keberadaan mustahik. Salah satunya pelaku usaha dan peternakan ayam yang kini tengah dikembangkan untuk dijadikan usaha berbasis koperasi. Di mana para peternak ayam yang ada di suatu desa dibina dan dibantu permodalannya oleh Baznas. 

“Akan banyak rakyat kecil yang dibantu. Harapannya bisa seluruh provinsi akan dibantu UMKM-nya. Menjadikan Baznas sebagai mitra yang ideal. Baznas dengan Kemenkop UKM sangat beririsan. Baznas diperuntukkan bagi basis kesejahteraan rakyat yang juga menjadi program kementerian,” tutup Noor.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN