Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa   Foto: Amrozi Amenan

Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa Foto: Amrozi Amenan

Kenaikan Upah Minimum 5% Tingkatkan Konsumsi Hingga Rp 180 Triliun

Jumat, 26 November 2021 | 22:49 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) hingga 5% akan meningkatkan jumlah konsumsi menjadi Rp 180 triliun per tahun. Sedangkan rata –rata kenaikan UMP 2022 di seluruh Indonesia hanya 1.09%

“Kami di Bappenas memperkirakan kalau UMP bisa naik 5% itu dia akan memompa pengeluaran sampai Rp 180 triliun ini memberikan gambaran pertumbuhan konsumsi setidak- tidaknya 5,2%,” ucap Suharso dalam acara Talkshow Interaktif "Membangun Optimisme Baru untuk Mendorong Percepatan PEN pada Jumat (26/11).

Konsumsi berkontribusi hingga 5,6% terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan kenaikan  konsumsi 5,2% maka konsumsi dapat berkontribusi 2,3% untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Suharso kebijakan UMP ini juga harus diperhatikan sebab berdampak pada sisi konsumsi masyarakat. Dia juga menaruh harapan kepada dunia perbankan agar bisa menjalankan program yang berdampak positif untuk dunia usaha.

“Karena itu resiprokal akan memberikan pembalikan kepada daya beli masyarakat dan akhirnya produk produk itu juga  akan mnggerakan permintaan. Jadi agregat permintan bisa bergerak naik,” ucap Suharso.

Sejumlah kebijakan pembatasan dalam penanganan pandemi Covid berdampak kepada sisi permintaan dan penawaran secara bersamaan. Setelah ada pelonggaran pembatasan perekonomian mulai bergerak namun belum pulih seutuhnya.

Supply shock bisa diatasi, tetapi demand shock apa boleh buat kita masih merasakan itu kecuali menengah ke atas,” ucapnya.

Secara terpisah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mengatakan kenaikan UMP 1,09% ini sangat rendah. Khususnya jika dibandingkan dengan negara lain misalnya Turki  menaikkan upah rata-rata nasionalnya adalah 21,56%.  Begitu pula Jerman menaikkan upahnya 20% untuk tahun 2022 dan Hongaria di atas 10%.

“Konfederasi serikat buruh dunia menertawakan kita sekencang-kencangnya hanya 13 sen per hari. Kalau dihitung sejam Rp 1.300 dibagi 8 jam berarti cuma Rp 150 . DKI Jakarta naik upahnya  Rp 150 per jam,” ucap Said.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN