Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Pajak Kemenkeu. Foto:  kemenkeu.go.id

Gedung Pajak Kemenkeu. Foto: kemenkeu.go.id

DJKN: 64 K/L Asuransikan Aset BMN Rp 34,38 Triliun

Jumat, 26 November 2021 | 23:20 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan saat ini sudah ada 64 Kementerian/Lembaga (K/L) yang mengasuransikan aset barang milik negara (BMN) yang dimilikinya. Asuransi BMN merupakan upaya pemerintah dalam menyediakan pendanaan dalam penanggulangan dampak bencana.

Direktur BMN, DJKN Kemenkeu Encep Sudarwan mengatakan bahwa total asuransi BMN dari 64 K/L mencapai Rp 34,38 triliun sejak kurun waktu 2019 hingga kuartal III 2021. Namun masih tersisa 24 K/L yang belum mengasuransikan asetnya. Kendati begitu ia berharap target 88 K/L mengasuransikan asetnya dapat terimplementasi akhir tahun.

"Tinggal sedikit lagi yang belum yaitu sebanyak 24 K/L dan diharapkan akan masuk pada akhir tahun 2021, karena semua K/L harus mengasuransikan. Jadi kalau terjadi kebakaran sudah terlindungi ya," ucap Direktur BMN DJKN Kemenkeu Encep Sudarwan dalam media briefing di Jakarta, Jumat  (26/11).

Secara rinci asuransi BMN dari 64 K/L tersebut memiliki nilai premi sebesar Rp 49,7 miliar dan nilai klaim Rp 53,2 juta. Angka tersebut meningkat dari tahun 2020 dengan nilai premi Rp 22,37 miliar dan klaim Rp 1,4 miliar, di mana saat itu nilai aset yang diasuransikan mencapai Rp 17,05 triliun dari 13 K/L.

Menurutnya pada tahun pertama 2019 pengasuransian nilai barang milik negara (BMN) total aset tercatat sebesar Rp 10,8 triliun dari satu K/L, dengan premi Rp 21,26 miliar dan belum terdapat klaim. Bahkan saat ini aset negara yang diasuransikan masih berupa bangunan, kantor, sekolah dan pelayanan kesehatan.

Untuk 2022, Kemenkeu akan menyasar pengasuransian aset negara berupa infrastruktur agar semakin banyak BMN yang terjamin dan terlindungi.

"Ini masih besar peluangnya, sehingga perlu waktu dan biaya khusus," ungkapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN