Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Virtual talkshow IdeaFest bertajuk The Young is Not The Future, Sabtu (27/11).

Virtual talkshow IdeaFest bertajuk The Young is Not The Future, Sabtu (27/11).

FAB Ajak Gen Z dan Millennial Bergabung di Ekosisitem Industri Kreatif

Minggu, 28 November 2021 | 12:41 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Fantastis Anak Bangsa (FAB) mengajak gen Z dan milenial untuk bergabung di ekosistem industri kreatif. Sebab, melalui ekosistem tersebut kaum penerus bangsa ini dapat berperan aktif dalam memajukan industri kreatif. Sehingga individu maupun korporasi dapat saling berkolaborasi dan berkembang dalam sebuah ekosistem yang inklusif.

Founder sekaligus CEO Fantastis Anak Bangsa (FAB), Fritz B. Tobing, berbagi cerita bahwa platform bisnis kreatif yang dibangunnya adalah untuk menciptakan ekosistem industri kreatif di Indonesia. Dengan FAB platform bisnis kreatif, para pengusaha kreatif anak bangsa yang terkoneksi di dalamnya bisa memperoleh dukungan teknologi, pendampingan, pendanaan, sumberdaya, hingga jaringan bisnis. Dengan demikian, akan semakin cepat terbentuk ekosistem bisnis kreatif yang besar dan solid.

“Tentunya dengan terbentuknya ekosistem yang seperti itu, otomatis dapat mendorong roda perekonomian bangsa,” papar Fritz, pada sesi virtual talkshow ‘IdeaFest’ bertajuk ‘The Young is Not The Future’, Sabtu (27/11).

Virtual talkshow IdeaFest bertajuk The Young is Not The Future, Sabtu (27/11).
Virtual talkshow IdeaFest bertajuk The Young is Not The Future, Sabtu (27/11).

Fritz menambahkan, anak muda bukan lagi sebagai kunci dan penentu masa depan. Peran mereka itu bukan nanti, tapi sekarang, terutama dalam mendukung kemajuan ekonomi bangsa. Anak muda itu kunci masa kini. Perbedaan generasi muda sekarang dibandingkan dengan generasi muda sebelumnya, menurutnya, adalah generasi muda sekarang penuh dengan kemudahan dalam memilih. Termasuk, banyak pilihan edukasi dan profesi.

“Mereka diuntungkan dengan banyaknya pilihan dan kesempatan. Tapi pada saat yang bersamaan, mereka diberikan tanggung jawab besar bahwa mereka tidak hanya berperan untuk nanti, tapi saat ini. Oleh karena itu, anak muda perlu didorong ke arah yang benar. Anak muda juga harus punya inisiatif yang tinggi untuk mulai menjadi entrepreneur,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu Pembina Y sekaligus Co-Founder dan Business Director AmbilHati, Sandru Emil menambahkan, anak muda itu ada untuk masa sekarang, bukan nanti. Anak muda sekarang berani mengambil risiko atau risk tolerance. Mereka juga optimistik.Buktinya, banyak startup dan unicorn yang berhasil dipimpin oleh anak muda. Hanya saja, masalah terbesar young entrepreneur di Indonesia, mereka tidak tahu bagaimana mengelola bisnis, sementara mereka hanya punya modal ide besar dan semangat. Padahal, ide besar tidak akan menjadi ide besar jika tidak dijalani.

“Entrepreneur itu end-to-end, semuanya harus dilakukan,” tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN