Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa-7 Unit 2 yang berkapasitas 2x1,05 Megawatt (MW). ( Foto: Central Southern China Electric Power Design Institute Co 
Ltd )

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa-7 Unit 2 yang berkapasitas 2x1,05 Megawatt (MW). ( Foto: Central Southern China Electric Power Design Institute Co Ltd )

Pajak Karbon Diupayakan Tak Picu Kenaikan Tarif Listrik

Selasa, 30 November 2021 | 11:27 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Pemerintah akan berupaya agar implementasi pajak karbon mulai April tahun depan tidak mengakibatkan kenaikan tarif listrik. Oleh karena itu, semua ketentuan yang terkait regulasi ini, terutama soal tarif pajak karbon, terjangkau (affordable) bagi industri.

Affordability is must. Kita tidak ingin hebat (soal emisi), tapi tarif listrik naik. Kami tidak menggendaki itu,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana dalam diskusi dengan media, Senin (29/11).

Ia menegaskan, dimasukkannya ketentuan perdagangan karbon (carbon trading) dan pajak karbon (carbon tax) dalam Undang-Undang tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) tidak dimaksudkan untuk menghimpun penerimaan negara. Langkah ini lebih ditujukan untuk memperkenalkan mekanisme perdagangan karbon sebagai instrumen menekan emisi gas rumah kaca.

Rida menambahkan, Kementerian ESDM juga tengah merancang ketentuan yang mengatur bahwa tidak semua karbon yang dihasilkan perusahaan boleh diperdagangkan, namun ada bagian yang harus diturunkan. “Jadi, tidak hanya trading. Misalnya ada 100 karbon, yang 70 itu boleh dijual, sedangkan yang 30 juga untuk dikurangi (reduksi),” papar dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN