Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF), melalui program Djarum Trees for Life (DTFL) berupaya untuk terus mendukung pemerintah dalam upaya mencapai net zero carbon di Indonesia

Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF), melalui program Djarum Trees for Life (DTFL) berupaya untuk terus mendukung pemerintah dalam upaya mencapai net zero carbon di Indonesia

Djarum Foundation Dukung Upaya Pemerintah Tekan Net Zero Carbon  

Selasa, 30 November 2021 | 15:46 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF), melalui program Djarum Trees for Life (DTFL) berupaya untuk terus mendukung pemerintah dalam upaya mencapai net zero carbon di Indonesia. Pasalnya, perubahan iklim menjadi salah satu ancaman terbesar bagi umat manusia. Solidaritas, kemitraan, kerja sama semua pihak menjadi kunci dalam menghadapi ancaman tersebut.

“Kami selalu memulai program kami dari rumah sendiri, maka dari itu untuk program trembesi kami awali di jalur Kudus – Demak di tahun 2010, kemudian Pantura, tol Trans Jawa hingga akhirnya di tahun 2020 lalu kami pun mulai melakukan penanaman di tol Trans Sumatera. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam upaya mendukung program pemerintah,” kata FX Supanji,  Vice President Dicector Djarum Foundation melalui siaran pers, Selasa (30/11).

Tingginya volume kendaraan di berbagai ruas jalan, baik tol maupun jalur antar kota menjadi latar belakang kuat bagi DTFL untuk melakukan penanaman di sekitar area tersebut, hal ini guna mengurangi emisi karbon yang hadir di jalan raya.

Menurut  H. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) trembesi dapat menyerap CO2 sebesar 28.5 ton/pohon/ tahun dibandingkan dengan pohon akasia yang mampu menyerap 5,3 ton/tahun dan kenanga 0,5 ton/ tahun.

Kandungan 78% Nitrogen di udara membuat trembesi mampu bertahan hidup di lahanlahan marjinal hingga lahan-lahan kritis, seperti lahan bekas tambang. Bahkan, trembesi dapat bertahan pada tanah dengan tingkat kesamaan tinggi dan kering.

Dalam upaya penanaman trembesi, BLDF melakukan pembibitan trembesi di Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) yang berlokasi di Kudus, Jawa Tengah. Di sanalah, bibit-bibit trembesi dirawat hingga akhirnya siap untuk ditanam di berbagai ruas jalan.

Program penanaman trembesi pun tak lantas berhenti pada tahap penanaman, BLDF juga berkomitmen untuk melakukan perawatan trembesi selama tiga tahun hingga pohon trembesi tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri.

“Perawatan yang dilakukan termasuk pendangiran, penyiraman, pemberian pupuk, hingga penggantian bibit pohon yang mati,” ujar Supanji.

Sejak program ini dimulai 11 tahun lalu, DTFL telah menanam trembesi di sepanjang 2,817 KM dengan jumlah 150750 pohon trembesi, terbentang di jalur Pantura (Pantai Utara Jawa), trans jawa, Lingkar Madura, Lombok, hingga Sumatera.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN