Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mandiri Sekuritas: Economic Outlook 2022, Selasa (30/11).

Mandiri Sekuritas: Economic Outlook 2022, Selasa (30/11).

Mandiri Sekuritas: Sejumlah Sektor akan Meningkat 2022

Selasa, 30 November 2021 | 16:54 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan sejumlah sektor akan meningkat dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 yang diproyeksikan tumbuh 5,2%.

Chief Economist Mandiri Sekuritas Leo Putra Rinaldy mengatakan, sektor digital dan kesehatan pada tahun 2022 akan meningkat seiring dengan pandemi Covid yang mengharuskan perusahaan untuk melakukan transformasi digital dan mendorong sektor kesehatan.

“Di sejumlah negara kedua sektor tersebut merupakan sektor yang bisa akselerasi karena memaksa untuk melakukan transformasi. Dua sektor ini berpotensi meningkat dalam jangka panjang,” ujar Leo dalam Mandiri Sekuritas: Economic Outlook 2022, Selasa (30/11).

Sektor perbankan pun juga akan meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5,2%, dengan asumsi pendorongnya adalah shifting dari public-led growth kepada private-led growth, maka pertumbuhan kredit tahun depan akan lebih baik dan sektor perbankan ikut naik.

Selain itu, sektor konsumsi juga akan tumbuh, namun hanya yang terkait dengan discretionary spending, seperti sektor properti. “Pemulihan dari sektor konsumsi pada tahun depan tidak semuanya merata, jadi yang mendorong pemulihan dari konsumsi yang related dengan discretionary spending,” ujar dia.

Leo menambahkan, apabila mobilitas ekonomi sudah dibuka kembali karena pandemi Covid nya sudah terkendal dan vaksin pun sudah sepenuhnya dilakukan, maka sektor-sektor yang berkaitan dengan pariwisata juga akan meningkat pada tahun depan.

Sektor yang berkaitan dengan komoditas hilirisasi juga akan tumbuh, seperti nikel. Menurut Leo, sektor ini merupakan salah satu yang didorong oleh pemerintah dan ditargetkan tidak hanya mengekspor bahan mentah saja, tapai diolah agar memberikan nilai yang lebih tinggi untuk negara. “Sektor yang berakita dengan supply chain EV ini masih akan berkembang,” ujar dia.

Lebih lanjut, Mandiri Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada di 5,2% pada 2022, dengan asumsi bahwa kondisi Covid-19 akan tetap terkendali dan target 70% dari penduduk Indonesia sudah divaksinasi (fully vaccinated) di semester pertama 2022.

Leo menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan didorong oleh meningkatnya permintaan domestik, baik dari sisi konsumsi dan investasi. Atau dengan kata lain, akan terjadi transisi yang gradual dari public-led growth kepada private-led growth.

Tentu hal tersebut harus didukung oleh upaya pemangku kebijakan dan kita semua untuk memuluskan transisi Covid-19 dari pandemi menjadi endemi dengan terus mengendalikan Covid-19 dan mengakselerasi proses vaksinasi agar mencapai target 70% populasi fully vaccinated di semester pertama 2022. Kemudian, semakin berkembangnya penggunaan teknologi digital akan juga mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke depan.

“Sedangkan dalam konteks tren pertumbuhan ekonomi dibandingkan global dan negara-negara lain, Indonesia berada dalam posisi yang lebih baik. Pada saat IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan mengalami normalisasi di 2022, kita memperkirakan tren pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus meningkat,” Ujar Leo.

Sebagai informasi, Mandiri Sekuritas pada tahun ini sudah mengerjakan 4 penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham besar, seperti PT Bukalapak.com (BUKA) dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel.

Mandiri Sekuritas saat ini sedang mengerjakan 2 IPO lagi yang akan memasuki masa penawaran umum.

“Jadi dari momentum transisi IPO ini sudah baik sekali, saya optimis tahun depan tren nya akan berlanjut dan ada sejumlah issuer yang telah merencanakan untuk melakukan IPO tahun depan,” ujar Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana.

Sementara untuk obligasi, pada tahun ini Mandiri Sekuritas sudah melakukan 35 transaksi obligasi rupiah. Ke depannya tren ini diharapkan terus berlanjut seiring dengan memulihnya ekonomi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN