Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Shopee mengawali rangkaian kemeriahan festival belanja akhir tahun melalui kampanye 9.9 Super Shopping Day dengan memperkenalkan Joe Taslim sebagai Brand Ambassador Shopee Indonesia terbaru

Shopee mengawali rangkaian kemeriahan festival belanja akhir tahun melalui kampanye 9.9 Super Shopping Day dengan memperkenalkan Joe Taslim sebagai Brand Ambassador Shopee Indonesia terbaru

Masyarakat Merasakan Kenyamanan Saat Belanja di E-Commerce

Selasa, 30 November 2021 | 23:38 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

Pandemi Covid-19 membuat masyarakat Indonesia semakin digital, mereka lebih terhubung dengan internet  dibandingkan saat sebelum pandemi. Interaksi sosial juga dilakukan secara online seperti jalan-jalan dan berbelanja. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)  membuat masyarakat memilih untuk berbelanja menggunakan platform e-commerce yang selalu melakukan  akselerasi dan inovasi, bahkan sebelum pandemi. Saat ini kemudahan  berbelanja online menjadi pilihan yang masuk akal bagi para  masyarakat.

Berdasarkan data riset Kantar Indonesia, saat pandemi ini  masyarakat Indonesia masih kurang menyukai interaksi fisik  dan 61% di antaranya akan meningkatkan belanja secara  online . Jika dilihat dari data sejak Agustus 2020, pertumbuhan  belanja pengiriman melalui situs  website naik 61%, pemesanan makanan melalui aplikasi 59%.   Kemudahan dan kenyamanan berbelanja di e-commerce dirasakan oleh Ahmad Friadi (43). Karyawan swasta yang banyak menghabiskan waktu bekerja dari rumahnya di Komplek DKI Joglo Blok J Nomor 17 Jakarta  Barat itu memenuhi kebutuhannya dari platform e-commerce. “Tak hanya untuk kebutuhan saya sendiri tapi sleuruh keluarga,”ucapnya kepada Investor Daily, Selasa (20/11).

Dia memaparkan, dengan banyaknya para penjual beragam kebutuhan di e-commerce, dirinya merasa dimudahkan. “Beli kebutuhan pokok, sabun hingga suplemen biasa saya lakukan di platform Shopee,”ujarnya. Tak hanya Friadi, istrinya, Melisa pun kerap membeli produk-produk aksesori di platform tersebut. “Selain harganya yang murah, kualitasnya juga bagus. Ya, sembari membantu para UMKM kita, saling bantu di kondisi sulit seperti saat ini,” ucapnya.

Friadi pun merasakan kemudahan dalam hal transaksi pembayaran. Juga pengiriman barang yang cepat. “Pembayarannya aman, mau dengan kartu kredit, transfer maupun system pembayaran lainnya,”tuturnya. Senada dengan Friadi, Adi Gumilar (27), karyawan di PT Loka Hebat Media di jalan HR Rasuna Said juga merasakan kemudahan dan kenyamanan saat berbelanja di platform e-commerce. “Kalau di Shopee sering ada diskon dan banyak brand local yang ikonik,”tuturnya kepada Investor Daily.

Dia pun kerap membeli barang dengan menggunakan pembayaran secara transfer melalui akun virtual. “Kualitas barangnya bagus dan cara bayaranya pun mudah, bisa transfer bisa dengan ShopeePay. Bisa dilakukan dimana saja, asalkan sesuai dengan tenggat waktu,”tegasnya. Dia pun berharap akan semakin banyak brand local terutama dari kalangan UMKM yang bergabung dalam platform shopee. “Daripada membeli barang impor di pasar, mending membeli produk lokal di e-commerce,”ungkapnya.

Perkuat Ekosistem Digital

ShopeePay yang merupakan layanan pembayaran digital yang berkomitmen mendorong akses digitalisasi finansial bagi pelaku bisnis dan pengguna di seluruh Indonesia. Atas komitmennya itu, tak berlebihan jika platform ini diganjar penghargaan dari ajang Bank Indonesia Awards sebagai Penyedia Jasa Pembayaran QRIS Non-Bank Terbaik di tahun 2021.

Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay Eka Nilam Dari  mengatakan, pihaknya senantiasa memaksimalkan layanan pembayaran digital ShopeePay dalam berbagai use cases untuk transaksi sehari-hari. “Hal ini juga menjadi semangat ShopeePay dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik melalui teknologi digital,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sejalan dengan himbauan pemerintah untuk mengurangi transaksi dengan uang tunai selama pandemi, ShopeePay telah memfasilitasi transaksi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di ratusan ribu merchant dari berbagai lini industri yang tersebar di lebih dari 500 kota/kabupaten di Indonesia.

ShopeePay pun turut mendukung penggunaan QRIS dengan menghadirkan fitur “Upload QRIS dari Galeri Ponsel” yang memungkinkan pengguna mengunggah kode QRIS pada fitur ‘Pay’ dari ShopeePay. Setiap merchant ShopeePay secara langsung terintegrasi dengan layanan QRIS yang memungkinkan mereka untuk menerima pembayaran dari penyedia layanan pembayaran digital manapun dan turut mendukung upaya pemerintah dalam meluaskan adopsi QRIS.

Sementara itu, untuk mendukung UMKM naik kelas,  Shopee mengembangkan Kampus UMKM Shopee dan Kampus UMKM Shopee Ekspor. Inisiatif ini diawali dengan menghadirkan dua Kampus UMKM Shopee Ekspor di Solo, dan Bandung, serta Kampus UMKM Shopee di Semarang. Kampus UMKM Shopee Ekspor ketiga juga akan segera menyusul di kota Malang. Kampus ini diharapkan dapat menjadi one stop solution bagi UMKM lokal untuk memulai digitalisasi usaha serta mengembangkan usaha ke pasar ekspor, melalui serangkai pelatihan, pendampingan dan berbagai fasilitas penunjang yang disediakan.

Head of Public Affairs Shopee Indonesia  Radynal Nataprawira  mengatakan, UMKM merupakan bagian tak terpisahkan dari bisnis Shopee, maka dari itu kami menyiapkan Kampus UMKM Shopee dan Kampus UMKM Shopee Ekspor secara serius dan kami berikan akses ini secara gratis.

“Potensi teman-teman UMKM ini perlu ditingkatkan melalui bimbingan dan pendampingan agar mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin sering berbelanja secara online. Tidak hanya tujuan untuk beradaptasi secara umum, kami juga mempersiapkan program bagi UMKM untuk ikut mengekspor produknya keluar negeri lewat Program Ekspor Shopee yang kami desain dengan baik, agar UMKM lokal mampu ekspor semudah mengirimkan produk di dalam negeri,” paparnya.

Kampus UMKM Shopee Ekspor fokus pada empat hal yang dipersiapkan untuk UMKM lokal yakni Bantuan Operasional dan Pendaftaran, Pelatihan dan Edukasi, Fasilitas Penunjang Pemasaran dan Ruang Pertemuan serta Pelatihan.

Dalam simulasi gudang para pelaku UMKM bisa melihat demonstrasi aktivitas (proses inbound dan outbound) yang perlu diketahui oleh Penjual untuk memahami proses pengelolaan stok yang baik. Laptop dan printer di bagian inbound digunakan untuk memasukkan stok ke dalam sistem serta mencetak barcode untuk ditempel di produk dan lokasi penyimpanan. Inventori perlu disimpan secara rapi dengan produk terpopuler disimpan di tempat yang paling mudah dijangkau. Pada bagian outbound terdapat berbagai peralatan yang biasa digunakan seperti mesin penimbang, barcode scanner serta peralatan untuk mengemas pesanan.

Sedangkan untuk pusat ekspor diharapkan para pelaku UMKM bisa mendapatkan informasi terkait informasi serta prosedur yang harus dipersiapkan untuk berpartisipasi dalam Program Ekspor Shopee. Ada juga berbagai produk ekspor dari Solo yang diharapkan memberikan inspirasi bagi pelaku UMKM yang ini juga merambah ke pasar global.

“Harapan kami lewat kampus ini dapat menjadi trigger bagi UMKM lokal bahwa ada kesempatan untuk bisa mengembangkan usaha melalui platform digital dengan mudah dan produknya pun bisa masuk ke pasar global,” tegas Radynal.

 

 

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN