Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama MRT Jakarta William P Sabandar saat jadi pembicara di acara diskusi daring Forum Jurnalis MRT Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Direktur Utama MRT Jakarta William P Sabandar saat jadi pembicara di acara diskusi daring Forum Jurnalis MRT Jakarta, Selasa (30/11/2021).

2022, MRT Jakarta Targetkan Rata-Rata 40.000 Penumpang/Hari

Rabu, 1 Desember 2021 | 04:53 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id  - Direktur Utama MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan pihaknya menargetkan rata-rata jumlah penumpang per hari di tahun 2022 sebanyak 40.000 orang. Menurut William, angka target tersebut merupakan angka yang realistis mengingat tahun 2022, masyarakat Jakarta belum sepenuhnya bebas dari Covid-19.

“Mengenai target tahun 2022, tadi baru saja kita rapat umum pemegang saham dan memutuskan untuk target kita rata-rata per hari 2022 adalah 40.000 penumpang per hari,” ujar William dalam diskusi daring, Selasa (30/11/2021).

William mangatakan, jika melihat trend penumpang MRT, maka jumlah penumpang pada Desember 2021, rata-rata 20.000 orang per hari. Pasalnya, pemerintah akan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 pada 24 Desember hingga 2 Januari 2021. Angka penumpang tersebut akan secara perlahan meningkat dari 20.000 orang per hari pada Januari 2022 menjadi 60.000 orang per hari pada Desember 2022.

Direktur Utama MRT Jakarta William P Sabandar saat jadi pembicara di acara diskusi daring Forum Jurnalis MRT Jakarta, Selasa (30/11/2021).
Direktur Utama MRT Jakarta William P Sabandar saat jadi pembicara di acara diskusi daring Forum Jurnalis MRT Jakarta, Selasa (30/11/2021).

“Kita belajar dari pengalaman di 2021 ini, situasi itu tidak akan kembali seperti normal, kita akan pasti akan tetap memberlakukan protokol kesehatan, kita pasti akan tetap memberlakukan proses jaga jarak, oleh sebab itu kita membuat perhitungan yang relatif moderat. Ini asumsi-asumsi, kita menjadi cukup realistis melihat situasi perkembangan pandemi covid-19,” tandas dia.

Target ini, kata William mengandaikan tidak ada gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Ibu Kota. Karena itu, dia meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan waspada. Apalagi sejumlah negara telah mendeteksi adanya varian baru Covid-19, yakni Omicron.

“Ini memperhitungkan dan semoga tidak terjadi, masuknya varian baru (Omicron) dan adanya gelombang ketiga pandemi Covid-19,” pungkas William. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN