Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Djoko Siswanto,  Sekjen DEN. Foto: migas.esdm.go.id

Djoko Siswanto, Sekjen DEN. Foto: migas.esdm.go.id

Ini Upaya untuk Tingkatkan Produksi Minyak

Kamis, 2 Desember 2021 | 10:52 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com) ,Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id) ,Tri Listyarini (tri_listiyarini@investor.co.id) ,Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id  –  Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN)Djoko Siswanto menjelaskan mengenai upaya yang dilakukan untuk percepatan peningkatan produksi minyak mentah, dengan meningkatkan produksi menjadi 1 juta bopd tahun 2030.

“Ini melalui R to P (reserves-to-production), EOR, dan eksplorasi, melakukan akuisisi lapangan minyak luar negeri dan membuat usulan kebijakan pemberian insentif yang fleksibel dan kompetitif. Sehingga, penghematan devisa dapat mencapai sebesar US$ 14,1 miliar per tahun,” imbuhnya.

Strategi dalam mencapai target 1 juta bpod juga dilakukan dengan meningkatan kinerja pegawai dan organisasi, peningkatan eksplorasi, percepatan dan penyederhanaan kegiatan, serta efisiensi biaya operasional. Selain itu, kerja sama yang harmonis antara pemerintah, industri, akademisi, dan asosiasi profesi.

Menteri ESDM
Menteri ESDM

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan baru-baru ini, pemerintah berharap dapat menyetop impor bahan bakar minyak (BBM) pada tahun 2027. Saat ini, impor BBM tak terhindarkan akibat tingkat konsumsi yang lebih tinggi dari kapasitas produksi di dalam negeri.

Untuk menurunkan impor BBM, pemerintah telah merencanakan beberapa strategi. Ini di antaranya dengan memasifkan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai dan penggunaan biodiesel. Konsumsi BBM di Indonesia tahun 2021 diperkirakan mulai naik kembali ke 75,27 juta kl. Pada 2020, konsumsi anjlok akibat merebaknya pandemi Covid-19 dan berdampak pembatasan sosial maupun kegiatan usaha.

Defisit neraca perdagangan minyak Indonesia menyempit pada 2020, setelah terjadi pandemi Covid-19. Berdasarkan data BP, defisit neraca minyak Indonesia menurun 42,33% dari 844,74 ribu barel per hari (bph) pada 2019 menjadi 487,16 ribu bph pada tahun lalu. Menyempitnya defisit neraca minyak Indonesia seiring turunnya konsumsi domestik secara signifikan.

Tercatat, konsumsi minyak Indonesia berkurang 24,35% dari 1,6 juta barel per hari (bph) pada 2019 menjadi 1,2 juta bph pada 2020. BP memperkirakan, sebelum pandemi impor sekitar 52,8% dari konsumsi minyak Indonesia 1,6 juta barel per hari pada 2019. Sementara menurut data SKK Migas sebelumnya, produksi terangkut (lifting) minyak hingga 30 November 2020 mencapai 703.700 bph, turun 5,7% dibandingkan realisasi pada 2019 yang rata-rata mencapai 746.300 bph. (es/en)

Baca lengkap di epaper Investor Daily

https://subscribe.investor.id/

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN