Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi belanja online

Ilustrasi belanja online

Saatnya Move On dan Say Goodbye ke Investasi Bodong

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:39 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Musuh terbesar yang dihadapi oleh pelaku industri bukanlah kompetitor, namun investasi bodong yang jelas-jelas menggunakan cara-cara yang salah dan merugikan masyarakat. Karenanya, dalam upaya menjauhkan masyarakat dari investasi bodong, Bibit.id terus menggencarkan berbagai inisiatif edukasi dan literasi.

Menurut CEO Bibit.id Sigit Kouwagam, inisiatif-inisiatif ini disosialisasikan melalui kanal-kanal informasi resmi milik Bibit lewat program-program seperti Live Instagram, acara webinar tentang pentingnya berinvestasi, kelas edukasi untuk memahami reksa dana, dan newsletter yang Bibit kirimkan secara rutin kepada para penggunanya. Selama tahun 2021, Bibit menyelenggarakan lebih dari 80 sesi edukasi kepada masyarakat.

Bibit adalah aplikasi reksa dana untuk membantu investor pemula mulai berinvestasi dan mencapai tujuan finansial mereka tanpa biaya komisi. Saat ini, Bibit menjadi platform Robo Advisory terdepan di Indonesia, yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

Selain itu, Bibit menyediakan live customer support 24/7 agar setiap pengguna yang ingin bertanya dan mengkonfirmasi investasi yang mencatut nama Bibit dapat dilayani dengan baik. Bibit juga memiliki tim edukasi finansial yang beranggotakan mereka yang memiliki latar belakang dan keahlian di bidang investasi dan keuangan.

Dalam hubungannya dengan regulator, Bibit secara aktif dan berkelanjutan melakukan koordinasi dengan Satgas Waspada Investasi OJK untuk melaporkan dan menindaklanjuti pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan atau mencatut nama Bibit untuk mengelabui masyarakat.

“Semua inisiatif yang Bibit lakukan dilakukan untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang aman, inklusif, dan bertanggung jawab sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat mulai membangun masa depan keuangan yang lebih baik dengan cara-cara investasi yang benar. Pekerjaan rumah untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat memang masih belum selesai. Kami akan melanjutkan inisiatif-inisiatif edukasi dan literasi ini di tahun 2022 dan tahun-tahun selanjutnya,” katanya.

Sebagaimana diketahui, sepanjang tahun 2021 kita banyak mendengar atau menyaksikan lewat pemberitaan media massa, atau mungkin mengenal orang yang terjerat atau kita sendiri memiliki pengalaman berinteraksi langsung dengan investasi bodong.

Menurut Tongam L. Tobing, Ketua Satgas Waspada Investigasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investasi bodong bisa dideteksi apabila kita menemukan ciri-ciri berikut ini.

Pertama, imbal hasil investasi yang diberikan atau dijanjikan berada di luar batas kewajaran dan biasanya diberikan dalam waktu singkat. Kedua, adanya keharusan bagi investor untuk merekrut anggota yang lain. Ketiga, tidak dijelaskan di mana perusahaan berada, cara mengelola investasi, dan siapa pengurusnya. Keempat, kegiatan investasi yang dilakukan menyerupai skema ponzi atau money game. Kelima, apabila berbentuk barang, barangnya berkualitas rendah. Dan terakhir, bonus atau imbal hasil investasi hanya bisa dicairkan apabila kita merekrut atau mengajak anggota baru.

Menurut data OJK pula, praktik-praktik investasi bodong telah merugikan masyarakat Indonesia hingga Rp117,4 triliun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Angka ini lebih besar dari APBD DKI Jakarta pada 2021 (Rp84,19 triliun) dan hampir 12 kali lipat dari anggaran penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 (Rp10,43 triliun). Tentu angka yang fantastis ini sudah selayaknya menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan di dalam ekosistem jasa keuangan. Perlu adanya langkah-langkah nyata agar tidak ada lagi masyarakat, termasuk kita, yang menjadi korban berikutnya.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN