Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

BI Optimistis Kesejahteraan Masyarakat Meningkat Tahun Depan

Kamis, 2 Desember 2021 | 16:02 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia meyakini, kesejahteraan masyarakat akan meningkat di tahun depan sejalan dengan menguatnya pemulihan ekonomi nasional.

Pada 2022, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 4,7-5,5%. Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun ini yang sekitar 3,2-4%.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Juda Agung mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang meningkat di tahun depan akan disokong oleh kenaikan komponen investasi. Selain itu, konsumsi masyarakat juga akan bertambah sejalan dengan pemulihan kegiatan ekonomi nasional.

“Pertumbuhan ekonomi bisa 5%. Dari sisi investasi, konsumsi, dan ekspor akan positif, sehingga memberikan dampak terhadap kesejahteraan dan pendapatan masyarakat, yang akan mendorong daya beli,” kata Juda Agung dalam Acara BIRAMA, Kamis (2/12).

Pada kesempatan yang sama, Asisten Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman mengatakan bahwa proses pemulihan ekonomi dalam negeri sudah berjalan cukup baik sejak kuartal II-2021 dengan realisasi pertumbuhan ekonomi 7,07%. Namun, kinerja ekonomi sedikit menurun pada kuartal III-2021 menjadi 3,51% yang disebabkan varian delta.

Pasalnya, penyebaran varian delta tersebut menghambat kegiatan ekonomi masyarakat karena diberlakukannya PPKM.

Meski begitu, pemberlakuan PPKM dinilai Aida cukup efektif untuk menekan penyebaran Covid-19, sehingga tren kasus aktif cenderung menurun hingga saat ini.

“Dan pada akhir tahun akan diseragamkan dulu PPKM level 3 dengan waktu sangat terbatas untuk mencegah penyebaran varian delta (pada momentum Natal dan Tahun Baru) akhir tahun,” tutur dia.

Dengan begitu, menurut Aida, pemulihan ekonomi tahun depan akan memunculkan optimisme yang lebih kuat, sejalan dengan membaiknya ekonomi global. Harapannya, pertumbuhan ekonomi 2022 dapat mencapai 4,7-5,5%. 

Sementara untuk kestabilan harga, dinilai Aida tetap terjaga dengan realisasi kinerja inflasi pada periode November yang sebanyak 1,75% yoy. Inflasi tersebut anggap masih sangat rendah.

“Kita terus lakukan koordinasi bersama pemerintah, bagaimana terus memastikan kalau harga Crude Palm Oil termasuk minyak goreng tidak bergejolak. Kita mengingatkan ibu-ibu agar jangan khawatir, karena kita terus akan memantau, dan sejauh ini koordinasi berjalan cukup bagus,” jelas dia.

Tahun depan, pemerintah mematok sasaran pembangunan yang disepakati yakni Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di kisaran 5,5-6,3%, kemudian tingkat kemiskinan sebesar 8,5-9,0%, gini rasio sebesar 0,376-0,378, dan indeks pembangunan manusia disepakati 73,41-73,46.

 

 

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN