Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut Angkasa Pura I Faik Fahmi. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Dirut Angkasa Pura I Faik Fahmi. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Tertekan Pandemi, Angkasa Pura I Siapkan Skema Restrukturasi 

Minggu, 5 Desember 2021 | 17:58 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Angkasa Pura/AP I menyiapkan program restrukturisasi operasional dan finansial yang ditargetkan rampung pada Januari 2022. Restrukturisasi ini diperlukan akibat tekanan penurunan kinerja dampak pandemi Covid-19 dan beban utang lantaran investasi pengembangan bandara.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi menjelaskan, pandemi Covid-19 yang mulai terjadi di Indonesia sejak Maret 2020 berdampak terhadap penurunan drastis pergerakan penumpang di 15 bandara AP I. Sebagai gambaran, pergerakan penumpang di bandara AP I mencapai 81,5 juta penumpang pada 2019. Namun, pada 2020, pergerakan penumpang turun menjadi 32,7 juta penumpang dan pada 2021 ini diprediksi hanya mencapai 25 juta penumpang.

Selain itu, pandemi Covid-19 membuat kondisi keuangan dan operasional perusahaan mengalami tekanan cukup besar. Faik mengungkapkan, pendapatan 2019 yang mencapai Rp 8,6 triliun anjlok di 2020 menjadi Rp3,9 triliun. Diprediksi pada 2021 ini pendapatan juga akan mengalami sedikit penurunan akibat anjloknya jumlah penumpang yang hanya mencapai 25 juta orang.

"Pandemi Covid-19 melanda pada saat AP I tengah dan telah melakukan pengembangan berbagai bandaranya yang berada dalam kondisi lack of capacity," kata Faik dalam keterangan resmi, Minggu (5/12)

Beberapa pengembangan bandara yang dilakukan AP I, antara lain Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo (YIA) yang menghabiskan biaya pembangunan hampir Rp 12 triliun, Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang menghabiskan biaya pembangunan sebesar Rp 2,3 triliun, Terminal Baru Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebesar Rp 2,03 triliun, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebesar Rp 2,6 triliun.

Selain itu, pengembangan bandara lainnya, seperti Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Lombok Praya, Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Pattimura Ambon, Bandara El Tari Kupang. Semua itu dibiayai melalui skema penggunaan dana internal dan berbagai sumber lain, seperti kredit sindikasi perbankan serta obligasi.

"Dengan situasi traffic yang menurun dan adanya tekanan keuangan, Angkasa Pura I harus dihadapkan dengan kewajiban membayar pinjaman sebelumnya yang digunakan untuk investasi pengembangan bandara," kata Faik.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN