Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua PHRI DKI Jakarta Sutrisno Iwantono

Ketua PHRI DKI Jakarta Sutrisno Iwantono

PHRI DKI Sambut Pembatalan PPKM Tiga Saat Nataru  

Rabu, 8 Desember 2021 | 05:26 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Selama libur Natal dan tahun baru (Nataru), pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga pada pada semua wilayah. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini di wilayah masing-masing. Perubahan secara detail akan dituangkan dalam revisi inmendagri dan surat edaran terkait Nataru lainnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono menyambut baik adanya kebijakan baru saat Nataru tersebut. Dengan tidak memberlakukan PPKM level tiga di semua wilayah, termasuk di DKI Jakarta, harapannya sektor pariwisata khususnya hotel dan restoran bisa terus mengalami perbaikan.

“Ini sedikit melonggarkan situasi. Untuk yang kemarin terlanjur booking hotel dan ada yang cancel karena tadinya akan diberlakukan PPKM level tiga, mereka juga masih ada waktu untuk booking lagi,” kata Sutrisno Iwantono kepada Beritasatu.com, Selasa (7/12/2021).

Mengenai adanya pelarangan seluruh jenis perayaan tahun baru di hotel maupun tempat kerumunan lainnya, serta adanya pembatasan pengunjung mal dan restoran maksimal 75%, Sutrisno memahami langkah itu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 semakin meluas. Apalagi varian omicron juga sudah terdeteksi di sejumlah negara.

“Ini kan keputusan pemerintah, tentu ada pertimbangan-pertimbangan tertentu. Kita kan juga tidak ingin Covid-19 kembali meluas. Yang juga sangat penting, jangan sampai varian omicron masuk ke Indonesia,” kata Iwantono.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN