Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wapres Maruf Amin. Foto: IST

Wapres Maruf Amin. Foto: IST

Indonesia Masih Rasakan Sisa Dampak Praktik Monopoli Masa Lalu

Selasa, 14 Desember 2021 | 15:32 WIB
Markus Junianto Sihaloho

JAKARTA, investor.id  - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menyatakan Indonesia saat ini masih merasakan sisa-sisa akibat ketimpangan yang dipicu praktik monopoli usaha di masa lalu. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) diharapkan tetap bercermin dan mengingat hal tersebut.

Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan hal itu dalam acara Diseminasi Persaingan Usaha dan Pengawasan Kemitraan, serta Penganugerahan KPPU Award Tahun 2021 di Grand on Thamrin, Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (14/12/2021).

"Saya ingin menengok sejenak ke belakang, berkaca pada praktik di masa lalu ketika monopoli maupun persaingan usaha tidak sehat belum menjadi perhatian serius untuk dibenahi," kata Wapres Maruf Amin.

"Salah satu akibatnya, kita menuai ketimpangan yang sampai hari ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama," tegasnya.

Ketimpangan tidak hanya tercermin dari angka pendapatan masyarakat, tetapi juga dari jumlah pelaku usaha.

Potret ketimpangan terkini menunjukkan, dari sekitar 64 juta pelaku usaha, jumlah usaha mikro mendominasi sebesar 98,6% dan usaha kecil 1,2%. Sedangkan usaha menengah 0,09% dan usaha besar hanya 0,01%. Data ini berdasarkan dari Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2021.

Ketika reformasi bergulir, Indonesia setidaknya melahirkan dua lembaga penting. Yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan KPPU. Hakikat pembentukan kedua lembaga tersebut adalah untuk memperbaiki iklim usaha dan pelayanan publik yang baik.

"Selama lebih dari dua dekade sejak KPPU hadir dan nilai-nilai persaingan usaha yang sehat diterapkan," katanya.

Dampaknya, berbagai perbaikan iklim usaha yang menguntungkan konsumen, telah terjadi. Seperti terbukanya industri penerbangan, dan kartel layanan SMS di industri telekomunikasi berakhir.

"Saya mengharapkan KPPU tetap fokus dalam menjalankan amanat yang diemban," ujar Wapres.

Dia mengharap KPPU terus mengatur kompetisi agar tetap dalam koridor hukum, etika bisnis, dan prinsip good corporate governance. Secara khusus KPPU diminta mengawasi aksi korporasi merger atau akuisisi.

KPPU diharapkan terus meningkatkan literasi persaingan usaha, terutama dalam mendorong kemitraan.

"Jika saat ini baru 9% UMKM menjalin kemitraan dengan usaha besar, maka perlu upaya lebih keras agar target kemitraan itu dapat mencapai 30%-40%," ujarnya.

"Kemitraan penting untuk dikawal agar makin banyak UMKM naik kelas, jangan sampai UMKM kita terus terkena stunting, jadi sudah anak-anak kena stunting, UMKM juga kena stunting, khususnya dalam alih keterampilan teknologi, produksi, pengolahan, pemasaran, permodalan, dan SDM," pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN