Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi pada Peluncuran Sertifikat Badan Hukum Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan Peresmian Pembukaan Rakornas BUM Desa di Jakarta,  Senin (20/12/2021). Sumber: BSTV

Presiden Jokowi pada Peluncuran Sertifikat Badan Hukum Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan Peresmian Pembukaan Rakornas BUM Desa di Jakarta, Senin (20/12/2021). Sumber: BSTV

Di Rakornas BUMDesa, Presiden Singgung Peningkatan Pencairan Dana Desa

Senin, 20 Desember 2021 | 09:44 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara terbuka menyinggung tentang peningkatan pencairan dana desa sejak tahun 2015 hingga 2021.

Disebutkan, dana desa mengalami peningkatan secara signifikan sehingga secara keseluruhan mencapai Rp 400,1 triliun.

"Dan, perlu saya ingatkan bahwa penyaluran dana desa sejak tahun 2015 sampai saat ini, kita sudah menyalurkan sebesar Rp 400,1 triliun. Kok pada diam? Kaget?," kata Presiden Jokowi pada Peluncuran Sertifikat Badan Hukum Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan Peresmian Pembukaan Rakornas BUMDesa di Jakarta, pada Senin (20/12/2021).

Presiden Jokowi mengatakan, dana desa mulai digulirkan pemerintahan yang dipimpinnya pada tahun 2015,  yaitu dengan nilai Rp 20,8 triliun.

Pada tahun  2016  jumlahnya meningkat menjadi Rp 46,7 triliun, tahun 2017 menjadi Rp 59,8 triliun, tahun 2018 mencapai 59,8 triliun, tahun 2019 sebesar 69,8 triliun, 2020 nilainya Rp 71,1 triliun, dan tahun 2021 sebesar Rp 72 triliun.
"Totalnya Rp 400,1 triliun," katanya.

Dikatakan, pencairan dana desa dilakukan berdasarkan komitmen pemerintah dan masyarakat pada tahun 2014 yang bertekad membangun Indonesia, yaitu membangun dari pinggiran, membangun dari perbatasan, dan membangun dari desa.

"Bukan Jawa  sentris tapi Indonesia sentris. Yang dibangun pemerintah tidak hanya proyek-proyek besar semata seperti jalan tol, pelabuhan besar, dan bandara. Tetapi, pemerintah juga membangun jalan-jalan di kampung, desa, embung-embung kecil di desa, serta memperbaiki pasar-pasar rakyat di desa-desa," kata Presiden Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN