Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut PT BIBU Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo (kedua dari kanan) dan Indonesia Chief Representative CCFG Sun Kelin (ketiga dari kiri) saat penandatanganan Nota Kesepahaman di Kantor CCFG, Jakarta, Rabu 29 Desember 2021.

Dirut PT BIBU Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo (kedua dari kanan) dan Indonesia Chief Representative CCFG Sun Kelin (ketiga dari kiri) saat penandatanganan Nota Kesepahaman di Kantor CCFG, Jakarta, Rabu 29 Desember 2021.

TERMASUK PROYEK STRATEGIS NASIONAL

Investor Asing Siap Dukung Pembangunan Bandara Internasional Buleleng  

Sabtu, 1 Januari 2022 | 16:23 WIB
Kunradus Aliandu (kunradus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kawasan Bali Utara diperkirakan mememiliki sebuah bandara udara internasional pada 2024. Rencana pendirian bandara baru di Pulau Bali sebagai antisipasi semakin terbatasnya kapasitas Bandara Ngurah Rai di masa pascapandemi Covid-19, mengingat hanya memiliki satu runway.

PT BIBU Panji Sakti (PT BIBU) selaku pemrakarsa pembangunan bandara internasional di Kubutambahan, Buleleng telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan China Construction First Group Corp. Ltd (CCFG) yang merupakan anak perusahaan BUMN China State Construction Engineering Corp. Ltd (CSCEC) pada Rabu, 29 Desember 2021, di Kantor CCFG, Jakarta.

“Ini merupakan penguatan komitmen kerja sama kedua belah pihak dan sekaligus memperbaharui Nota Kesepahaman yang pernah kami tandatangani bersama pada 7 Agustus 2020,’’ ujar Direktur Utama PT BIBU, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo. Nota Kesepahaman itu berisikan kesepakatan kedua perusahaan itu untuk bersama-sama membangun bandara internasional di Kubutambahan, Buleleng, Bali.

CCFG adalah perusahaan yang akan menjadi kontraktor utama dalam pembangunan bandara internasional tersebut. “Kami siap membantu mewujudkan bandara yang diimpikan oleh warga Bali Utara,” ujar Sun Kelin, Chief Representative CCFG untuk Indonesia. Tak hanya itu, CCFG juga siap untuk mendanai proyek pembangunan bandara di Bali Utara itu dengan skema turn key.

Seperti diketahui bahwa CCFG – dan juga induk usahanya, CSCEC yang merupakan salah satu BUMN besar di China – memiliki rekam jejak yang mumpuni dalam pembiayaan dan pembangunan di bidang konstruksi dan telah berpengalaman dalam menangani berbagai proyek pembangunan besar di Tiongkok maupun di berbagai tempat di mancanegara. Sementara PT BIBU adalah penggagas utama dari proyek pembangunan Bandara Internasional Bali Utara yang lokasinya di pesisir pantai (off shore) dan berada di wilayah Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Bandara Internasional Bali Utara yang terletak di Kubutambahan, Buleleng ini adalah salah satu Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres No. 109/2020. Bandara ini nantinya akan dibangun di Kawasan pesisir pantai Kubutambahan, Buleleng yang sudah sesuai dengan dengan Peraturan Daerah Prov. Bali No. 18/2009 tentang RTRW, yang kemudian diperbaharui melalui Perda Prov. Bali No. 3/ 2020 – yang antara lain menetapkan wilayah Kecamatan Kubutambahan sebagai lokasi bandara baru.

Pengembangan Pariwisata

Sementara itu, Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh Gianyar, A.A. Alit Kakarsana menyambut baik kerja sama CCFG dan PT BIBU. “Reputasi CCFG semakin meyakinkan saya bahwa bandara di Bali Utara akan terwujud sesuai waktu dengan kualitas baik yang tentunya keberadaan bandara ini akan memperkuat perekonomian dan pariwisata Bali,” kata dia. Penglingsir itu juga melihat ada kesempatan dan peluang bagi Bali Utara untuk pengembangan pariwisata yang selama ini tertinggal dibandingkan dengan Bali Selatan.

Sementara itu, Bendesa Adat Kubutambahan Jro Pasek Warkadea melihat bahwa kerja sama strategis antara CCFG dan PT BIBU menunjukkan bahwa pembangunan bandara di Bali Utara akan segera dimulai. “Mimpi warga Kubutambahan akan segera terwujud. Bali Utara tidak lagi tertinggal dengan Bali Selatan,’’ ujar Jro Pasek.

Tokoh adat asal Kubutambahan itu juga melihat pembangunan bandara itu jelas akan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga Bali Utara. ”Hal ini akan menutup kesenjangan kesejahteraan warga Bali Utara dan Bali Selatan,’’ ujarnya.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN