Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo, saat peresmian Pembukaan Perdagangan BEI 2022, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/1).

Presiden Joko Widodo, saat peresmian Pembukaan Perdagangan BEI 2022, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/1).

Jokowi: Hilirisasi Kunci Peningkatan Ekspor Nasional

Senin, 3 Januari 2022 | 11:31 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kebijakan pemerintah dalam mewajibkan hilirisasi di sektor pertambangan menjadi kunci peningkatan ekspor nasional pada tahun 2021.

Pemerintah secara resmi telah menghentikan ekspor bahan mentah (raw material) komoditas nikel sehingga nilai ekspor komoditas nikel yang sebelumnya hanya menghasilkan devisa US$ 1 miliar hingga US$ 2 miliar, kini melonjak menjadi US$ 20,8 miliar.

“Saya kira keberanian kita menyetop itu hasilnya kelihatan. Oleh sebab itu, kita akan lanjutkan dengan setop bauksit, setop tembaga, setop timah, dan yang lain-lainnya. Hilirisasi menjadi kunci dari kenaikan ekspor kita,” kata Presiden Jokowi pada Pembukaan Perdagangan Tahun 2022 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Senin (3/1).

Baca juga: Airlangga Minta Lebih Banyak Lagi IPO Perusahaan Teknologi

Presiden Jokowi mengungkapkan, selain peningkatkan devisa, ranking competitiveness  Indonesia naik tiga peringkat. Disebutkan bahwa dalam posisi yang sangat berat seperti pada tahun 2021, patut disyukuri  Indonesia berhasil naik tiga peringkat.

“ (Ranking competitiveness) di bisnis, ranking kita 37, di digital bisnis 53, ini naik tiga peringkat semuanya,” jelas Presiden Jokowi.

Selain itu, lanjutnya, dari sisi indikator konsumsi dan indikator produksi, posisi Indonesia  juga terus menguat. Keyakinan konsumen dibandingkan Maret 2021 yang hanya 113,8 %, pada November 2021  mengalami peningkatan hingga mencapai 118,5 %.

“Kemudian, spending index juga sudah naik ke 120,5%. Purchasing managers’ index (PMI) manufaktur kita juga sudah naik, sudah di atas sebelum kita pandemi 51 %, sekarang sudah masuk ke angka 53,9 %. Optimisme melihat angka-angka seperti ini harus kita tunjukkan,” jelas Presiden Jokowi.

Baca juga: Wimboh: Kehadiran Presiden Jokowi Penyemangat untuk Bekerja Lebih Keras

Lebih lanjut dikatakan,  konsumsi listrik Indonesia juga  tumbuh 14,5% dan 5,7%, industri 14,5%,  dan bisnis 5,7%. “Angka-angka seperti ini harus kita lihat. Harian saya dapat angka-angka seperti ini. Inilah yang harus kita tingkatkan di tahun 2022,” katanya.

Di sisi lain, kata Presiden Jokowi,  meskipun  diketahui bahwa  masih akan banyak tantangan-tantangan yang dihadapi, baik Covid-19 varian Omicron, kenaikan inflasi, tapering off,  kehilangan kontainer di mana-mana,  negara-negara lain yang mengalami kelangkaan energi, yang ini akan mengganggu mungkin ekspor nasional.

“Saya kira tantangan-tantangan itulah yang akan kita hadapi. Dan saya meyakini dengan semangat kerja keras kita bersama, tantangan-tantangan itu akan bisa kita lalui dengan baik,” kata Presiden Jokowi.

Editor : Gita Rossiana (gita.rossiana@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN