Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menkeu: Sudah Ada 195 Wajib Pajak Laporkan Hartanya dalam PPS

Selasa, 4 Januari 2022 | 05:00 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melaporkan, sudah ada 195 Wajib Pajak (WP) telah mengungkapkan hartanya melalui Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Amnesti Pajak Jilid II. Dengan nilai Pajak Penghasilan (PPh) yang disetorkan mencapai Rp 21,99 miliar.

Menkeu menegaskan, dengan pencapaian tersebut program pengungkapan sukarela mendapatkan respon dan antusias positif bagi para wajib pajak (WP). Disisi lain, sistem Direktorat Jenderal Pajak juga sudah mulai bekerja sejak 1 Januari 2022 sesuai mandat Undang Undang. “Sistem kita sudah mulai bekerja dalam waktu 1-2 Januari sudah 196 wajib pajak ikut. Mereka setorkan PPh Rp 21,99 miliar dari harta yang diungkapkan sebesar Rp 169,6 miliar, artinya sistemnya sudah tested,” ungkapnya, Senin (3/1/2022).

Baca juga : Menkeu: Penerimaan Pajak 2021 Lampaui Target

Dengan sistem yang sudah berjalan, Menkeu mengingatkan, agar wajib pajak yang belum patuh untuk melaporkan hartanya yang diperoleh sebelum 2015 atau yang diterima antara 2016 hingga 2020. Serta, belum pernah disampaikan dalam pelaporan SPT 2020, maka dapat mengikuti Program Pengungkapan Sukarela. Apabila wajib pajak tidak mengikuti program ini hingga 30 Juni 2022, maka Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan mendenda hingga 200 persen apabila menemukan harta yang belum diungkapkan.

"Kita mulai enforcement tahun ini. Jadi begitu selesai Juni, kami enforcement. Kalau Anda tidak ikut, maka tarifnya 200 persen sesuai undang-undang,” tuturnya.

Disamping itu, Menkeu menegaskan, pemerintah sudah memberikan kemudahan bagi wajib pajak untuk melaporkan hartanya dengan mengakses aplikasi PPS. Oleh karena itu, diharapkan wajib pajak untuk mengikuti program ini.

Baca juga : 12 Tahun Paceklik Pajak Berakhir

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo melaporkan data terkini hingga Senin (3/1) pukul 15.00, sudah ada tambahan baru wajib pajak yang melaporkan hartanya, 326 wajib pajak. Untuk itu, pihaknya berharap para wajib pajak bisa semaksimal mungkin memanfaatkan fasilitas ini. Artinya, pemerintah tidak mematok angka tertentu dalam pelaksanaan kebijakan PPS tersebut.

“Jika ditanya target berapa? Ya sebanyak-banyaknya. Makanya, kita mencoba berikan kemudahan dengan saluran penyampaiannya dibuat online. Walaupun libur, bukti menunjukkan bahwa saat libur pun ternyata sudah ada wajib pajak yang memanfaatkan. Ini satu hal dalam pemahaman kami berikan tanda yang cerah di tahun 2022,” ujar Suryo.

Disamping itu, Suryo berjanji akan menyampaikan kepesertaan data progress PPS akan disampaikan ke masyarakat secara transparan. “Tranparansi kami usahakan se-transparan mungkin. Karena portalnya sudah ada. Secara reguler nanti disampaikan,” tutupnya. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN