Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Pertumbuhan Ekonomi 2021 Capai 3,7%

Selasa, 4 Januari 2022 | 05:00 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2021 diperkirakan hanya mencapai 3,7%. Proyeksi tersebut lebih rendah dari yang dipatok dalam APBN sebesar 5%.

Namun, Menkeu mengatakan pemulihan ekonomi mulai kembali menguat sesudah menghadapi hantaman varian delta Juli-September. Hal ini didukung oleh penanganan pandemi yang baik sehingga meningkatkan mobilitas masyarakat. “Tadinya, 2021 diperkirakan tahun pemulihan dengan pertumbuhan ekonomi 5% kemungkinan realisasi hanya 3,7%,” ungkapnya, Senin (3/1/2022).

Baca juga : Kemenkeu: Sudah Ada 195 Wajib Pajak Laporkan Hartanya dalam PPS

Menkeu menjelaskan, proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari target APBN tidak terlepas dari capaian pertumbuhan ekonomi negatif pada kuartal I sebesar 0,74%. Kemudian, laju ekonomi kembali meningkat dengan capaian 7,07%. Tapi, pada kuartal III akibat adanya pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi turun jadi 3,5%.

“Di kuartal IV, mudah mudahan bisa mencapai 5%. Sedangkan, untuk keseluruhan tahun, kira-kira nanti di kisaran 3,5 -4%,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Menkeu menegaskan optimisme menguatnya pemulihan ekonomi tercermin dari berbagai perkembangan indikator diantaranya keyakinan konsumen yang meningkat di level 118,5. Dengan capaian yang sudah melampaui level sebelum covid. Kemudian sisi retail, sales mencapai 10,1 yang juga meningkat.

Baca juga : Menkeu: Penerimaan Pajak 2021 Lampaui Target

“Kinerja manufaktur 53,5 pada bulan Desember ini juga pada ekspansi dan ekspor kita 49,7% growth dan impor 52,6 persen. Konsumsi listrik 14,5 untuk industri, industri sudah bergerak growth demand atau penggunaan listrik sudah positif, tambahnya.

Hal ini, lanjut Menkeu, mencerminkan penanganan pandemi Covid-19 menjadi kunci untuk memacu geliat aktivitas masyarakat kembali meningkat. “Ini gambaran setiap kegiatan masyarakat bergerak ada kegiatan ekonomi yang memacu pemulihan ekonomi,” jelas dia.

Sementara itu, asumsi makro sisi inflasi yang tercatat masih rendah di angka 1,87% dibandingkan asumsi makro dalam APBN yang dipatok mencapai 3%. Selanjutnya Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika juga masih menguat Rp 14.312 dibandingkan asumsi makro sebesar Rp14.600. Tingkat suku bunga SBN-10 tahun tercatat 6,35% dibandingkan asumsi makro sebesar 7,3%

“Ini terlihat dalam realisasi bunga utang namun ini sudah relatif agak naik dibandingkan tahun 2020 yang suku bunganya di 5,89%,” kata Menkeu.

Sedangkan capain asumsi lainnya, yakni harga minyak mencapai 68,5 USD/barrel, naik dibandingkan asumsi makro yang sebesar 45 USD/barrel. Hal ini tak terlepas dari dampak positif booming komoditas. “Lifting minyak rendah atau mencapai 662 rbph dibandingkan asumsi makro sebesar 705 rbph, dan lifting gas mencapai 982 rbsmph dari asumsi makro sebesar 1.007 rbsmph,” tutup Menkeu.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN