Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

2021, Penarikan Utang Berkurang Rp 310 Triliun

Selasa, 4 Januari 2022 | 11:11 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan mencatat pembiayaan utang neto di tahun 2021, berkurang Rp 310 triliun. Lantaran total pembiayaan utang sepanjang tahun lalu tercatat Rp 867,4 triliun atau lebih kecil dari target yang dipatok dalam APBN 2021 sebesar Rp 1.177,4 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa capaian pembiayaan utang hanya mencapai 73,7%  dari target APBN.  Capaian ini didukung oleh menurunnya defisit APBN karena membaiknya sisi penerimaan negara, optimalisasi penggunaan.

Selanjutnya pemerintah juga memanfaatkan fleksibilitas pinjaman program, serta dukungan koordinasi Pemerintah dengan Bank Indonesia melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) III.

“Bila dibandingkan dengan pembiayan utang pada tahun 2020 sebesar Rp 1.229,6 triliun, ini turun hampir 30% atau lebih tepatnya turun 29,5%”ujarnya dalam Konferensi Pers.

Turunnya penarikan utang juga berdampak sisi total pembiayaan anggaran sepanjang tahun lalu menjadi Rp 868,6 triliun atau hanya 86,3% dari target dalam APBN 2021.

Adapun defisit APBN sepanjang 2021 lebih rendah Rp 222,7 triliun dari target APBN Rp 1.006,4 triliun. Realisasi defisit hingga Desember mencapai Rp 783,7 triliun atau setara 4,65 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) RI.

“Bagaimana konsolidasi fiskal sudah mulai, kita shock di tahun 2020 dan 2021 sudah mulai konsolidasi. Dan kalau dilihat pembiayaan anggaran Rp 868 triliun memang melonjak tinggi dibandingkan sebelum Covid-19 tahun 2019 sebesar Rp 402,1 triliun.  Namun sudah jauh lebih rendah dari target APBN yang seharusnya turun Rp 1006,4 triliun,”tutunrya.

Dengan demikian, Menkeu menegaskan upaya konsolidasi fiskal akan dilakukan secara berhati-hati tidak menimbulkan shock pada APBN sehingga tidak menyebabkan pemulihan ekonomi terganggu.

Secara rinci, capaian gemilang yang ditorehkan pendapatan negara sepanjang 2021 tercatat Rp 2.003,1 triliun atau terealisasi 114,9% dari target APBN yang sebesar Rp 1.743,6 triliun

Pendapatan negara itu tumbuh sebesar 21,6% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 1.647,8 triliun.

Lalu, penerimaan pajak tumbuh 19,2% (yoy) mencapai Rp 1.277 triliun, atau sudah mencapai 103,9% dari target APBN Rp 1.229,6 triliun.

Adapun kepabeanan dan cukai mencapai Rp 269 triliun atau tumbuh 26,3%. Bea dan cukai ini sudah mencapai 125,1% dari target APBN Rp 215 triliun.

"Tapi tahun 2021 ini penerimaan kita bagus, pajak bagus, bea cukai bagus, dan semua tetap bagus sehingga konsolidasi terjadi tanpa kita mengurangi belanja," pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com