Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri atas) bersama Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu (kanan atas) dan bawah, dari kiri ke kanan, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI Sugeng, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, dan Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono, saat Silaturahmi Tahun Baru 2022 Bank Indonesia dengan pimpinan redaksi media massa nasional, Senin (3/1/2022). Hadir pula pada kesempatan itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki  dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Foto: BeritaSatu Photo/Humas BI

Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri atas) bersama Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu (kanan atas) dan bawah, dari kiri ke kanan, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI Sugeng, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, dan Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono, saat Silaturahmi Tahun Baru 2022 Bank Indonesia dengan pimpinan redaksi media massa nasional, Senin (3/1/2022). Hadir pula pada kesempatan itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Foto: BeritaSatu Photo/Humas BI

BI Optimistis Ekonomi 2022 Tumbuh hingga 5,5%

Selasa, 4 Januari 2022 | 13:21 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id) ,Nasori ,Primus Dorimulu (primus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis ekonomi Indonesia tahun ini mampu tumbuh di kisaran 4,7%-5,5%, lebih kuat dibandingkan 2021 yang diperkirakan hanya tumbuh dalam rentang 3,2%-4%. Selain karena ditopang oleh indikator ekonomi lain seperti inflasi yang terjaga dan nilai tukar yang stabil, optimisme itu didasari pula oleh adanya sinergi yang padu di antara otoritas fiskal dan moneter selama masa pandemi Covid-19.

“Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) dan saya hampir tiap minggu berkoordinasi, fiskalnya bagaimana untuk menjaga stabilitas dan menumbuhkan ekonomi. Di bidang Bank Indonesia, apa yang (perlu) kami lakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan bersama-sama membangun ekonomi,” ujar Perry saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi Tahun Baru Bank Indonesia 2022 yang digelar secara daring pada Senin (3/1).

Tak hanya itu, Perry menambahkan, upaya pemerintah di bawah komado Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggencarkan vaksinasi Covid-19 untuk mengatasi masalah kesehatan, dinilai sebagai langkah penting bagi pemulihan ekonomi.

Terkait ini, BI ikut berperan untuk membiayai kesehatan dan kemanusiaan dalam APBN dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana Rp 215 triliun pada 2021 dan 2022 berkomitmen membeli hingga Rp 224 triliun.

“Ini sinergi yang sangat erat di bidang fiskal dan moneter,” tandas dia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia

Koordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), lanjut Perry, juga berlangsung sangat erat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan menumbuhkan pembiayaan bagi perekonomian dengan bantuan perbankan dan asosiasi.

“Terima kasih kepada perbankan yang terus bersama-sama kita mengatasi permasalahan, bagaimana kita bisa menyalurkan kredit. Dan lebih dari itu, bersinergi dalam melakukan digitalisasi ekonomi keuangan termasuk digitalisasi sistem pembayaran,” papar Perry. 

Menurut dia, proses digitalisasi berjalan cepat di seluruh sektor, seperti e-commerce yang mencapai Rp 403 triliun sepanjang tahun 2021.

Sementara itu pada November 2021, nilai transaksi uang elektronik (UE) tumbuh 61,82% (yoy) mencapai Rp 31,3 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 47,08% (yoy) menjadi Rp 3.877,3 triliun.

Menurut Perry, Indonesia telah berhasil melalui masa-masa paling sulit dalam membangun ekonomi nasional yaitu selama dua tahun pandemi Covid-19. Ini termasuk ketika penyebaran Covid-19 varian Delta mengguncang pada Juli-Agustus 2021. Alhasil, setelah lolos dari guncangan itu, ekonomi nasional diperkirakan tumbuh lebih baik pada kuartal IV- 2021.

“Sedangkan secara keseluruhan 2021 diperkirakan sekitar tumbuh 3,2%-4%, dengan inflasi di bawah 2%, stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga, dan kredit bisa tumbuh sampai 4%-6%. Dengan keyakinan, dengan kebersamaan, 2022 akan lebih baik dibandingkan 2021. BI memperkirakan pada 2022 ekonomi bisa tumbuh 4,7%-5,5% dan inflasi bisa 2%-4%,” kata Perry.

Dalam sambutannya, Perry sempat memaparkan tiga kekuatan (power) yang memberikan semangat untuk terus maju, bangkit, dan memecahkan masalah untuk kebaikan ekonomi negeri ini. Ketiga kekuatan itu adalah pertama, the power of believe, yaitu kekuatan yang terbangun dari rasa syukur dan rasa terima kasih atas semua yang sudah diraih.

Kedua, the power of together we can. Ini adalah kekuatan yang muncul dari upaya membangun komitmen, bersinergi, bekerja sama, berkolaborasi, bahu-membahu, dan tolong-menolong. Sedangkan ketiga, the power of believe of future.

Kekuatan ini muncul dari semangat membangun harapan dan memperkuat optimisme bahwa tahun 2022 akan lebih baik. Perry juga mengajak seluruh pihak termasuk Pimpinan DPR, Komisi XI DPR, maupun asosiasi untuk bersama menyukseskan Presdensi G20 tahun guna mendorong peran Indonesia di kancah global.

“Bagaimana kemajuan Indonesia juga terkoordinasi secara internasional. Bagaimana pemulihan ekonomi yang akan kita capai dan kesejahteraan rakyat bisa meningkatkan persepsi kita di tingkat global melalui G20,” pungkas Perry.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kiri atas) bersama Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati (kanan atas) dan bawah, dari kiri ke kanan, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI Sugeng, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, dan Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono, saat Silaturahmi Tahun Baru 2022 Bank Indonesia dengan pimpinan redaksi media massa nasional, Senin (3/1/2022). Hadir pula pada kesempatan itu Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Foto: BeritaSatu Photo/Humas BI
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kiri atas) bersama Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati (kanan atas) dan bawah, dari kiri ke kanan, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI Sugeng, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, dan Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono, saat Silaturahmi Tahun Baru 2022 Bank Indonesia dengan pimpinan redaksi media massa nasional, Senin (3/1/2022). Hadir pula pada kesempatan itu Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Foto: BeritaSatu Photo/Humas BI

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa pemulihan yang tengah dijalani oleh perekonomian Indonesia masih pada tahap sangat awal, mengingat masih banyak tantangan yang dihadapi, baik dari sisi domestik maupun global. Oleh karena itu, kerja sama, koordinasi, dan sinergi antarotoritas masih tetap diperlukan memasuki tahun 2022.

“Kita melihat tantangan masih sangat banyak. Jadi pemulihan ekonomi masih pada tahap yang sangat awal. Masyarakat dan sektor sektor usaha sudah mulai bangkit, namun kita juga tahu bahwa masih ada scarring effects (efek luka) yang harus kita jaga dan harus kita pulihkan. Lingkungan global juga masih sangat dinamis,” ujar Sri Mulyani.

Menkeu berharap, tahun ini akan menjadi tahun yang lebih baik, setelah dua tahun menjalani masa yang luar biasa karena dunia dihadapkan pada musibah yang juga merupakan ujian bagi semua negara.

“Kita sebagai policy maker bekerja sama dengan Pak Perry (Gubernur BI), OJK dalam hal ini Pak Wimboh (Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan/OJK) untuk bahu-mambahu menangani dampak Covid-19 terhadap berbagai hal, masyarakat, ekonomi, dan keuangan yang sangat kompleks,” papar Sri Mulyani.

Ia menegaskan, bersama-sama Bank Indonesia, Kementerian Keuangan telah mengawal proses penanganan pandemi dari mulai merancang Perppu Nomor 1 Tahun 2020 yang kemudian menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020.

“Oleh Presiden Joko Widodo, (ketentuan ini) dijadikan landasan dalam tiga tahun ini untuk mengelola suasana yang luar biasa tantangannya. Tidak hanya dari semangat Perppu, tadi juga semangat kebersamaan di dalam merumuskan langkah-langkah,” tandas Sri Mulyani.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Sumber: BSTV
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Sumber: BSTV

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia berkembang dengan baik di tengah situasi yang sulit akibat pandemi Covid-19. Pencapaian itu antara lain ditandai oleh neraca perdagangan pada 2021 yang mencapai US$ 34,4 miliar dan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) 2021 sebesar 10,1% dengan jumlah investor mencapai 7,4 juta.

Selain itu, pertumbuhan kredit sampai Oktober 2021 mencapai 3,4%, pertumbuhan ekonomi diperkirakan bisa sebesar 3,5-4%. “Yang fenomenal penerimaan pajak mencapai Rp 1.231 triliun atau melewati target dan pertama dalam 12 tahun terakhir. Ini menjadi sejarah,” tutur dia.

Suahasil menegaskan, pencapaian ekonomi yang baik itu berkat kerja sama semua pihak, yaitu Kemenkeu, BI, OJK, Kemendag, Kemenperin, Kementan, Bulog, dan lain-lain. Hal itu juga berkat topangan stabilitas keamanan dan pertahanan yang baik oleh TNI, Polri, Kemendagri, Kejaksaan Agung, Kemenkumham, Kemenag, dan lain-lain.

Begitu juga dengan keberhasilan dalam menangani pandemi Covid-19. Apresiasi khusus diberikan kepada Satgas Covid-19, Kemenkes, BPJS Kesehatan, para dokter, tenaga medis, serta seluruh lapisan masyarakat yang bahu mambahu menangani Covid-19.

“Semoga tahun 2022 menjadi lebih baik lagi, sehingga ekonomi nasional bisa melaju lebih cepat dan kemakmuran serta kesejahteraan bersama lebih baik lagi. Dukungan penuh parlemen, khususnya DPR, juga sangat signifikan dalam melalui fase yang sulit ini,” ujarnya.

Semua itu, lanjut Suahasil, tentu berkat kepemimpinan Presiden Jokowi yang secara jernih dan harmonis memimpin orkestrasi semua lembaga negara, lembaga pemerintah, dan lembaga politik serta lembaga masyarakat.

Sebab tanpa kepemimpinan nasional yang kuat dan berkualitas, Indonesia akan melalui jalan yang lebih terjal dan lebih sulit lagi.

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Sementara itu, BI memiliki kontribusi signifikan dalam membantu pemulihan ekonomi, antara lain bisa dilihat dari realisasi burden sharing dilakukan BI dengan membeli surat utang negara melalui pasar perdana untuk membiayai APBN yang tergolong sukses.

Pada 2021, BI membeli SUN senilai Rp 215 triliun. Pada 2020, pembelian mencapai Rp 390,56 triliun. Tahun ini, burden sharing dari BI akan mencapai Rp 224 triliun. Burden sharing ini sangat membantu karena mengurangi beban pemerintah dalam mencari pinjaman.

BI juga berhasil melakukan pengendalian sektor moneter dengan baik, sehingga bisa mempertahankan suku bunga rendah dan menetapkan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebagai bunga acuan di level 3,5%. Ini terendah dalam sejarah dan pengendalian moneter ini sangat membantu dalam pemulihan ekonomi dalam nenghadapi pandemi. Inflasi juga terkendali yang diperkirakan tidak melebihi 2% sampai 2021.

Di samping itu, kebijakan BI dalam ekonomi digital juga cukup menggembirakan. BI meluncurkan QRIS sebagai standarisasi dari berbagai macam QR dari berbagai penyelenggara jasa sistem pembayaran secara meyakinkan, yang mampu mendongkrak transaksi di gital dan ini berdampak positif pada efisiensi dan keamanan transaksi.

Mengenai penguatan UMKM, BI diharapkan bisa lebih meningkatkan perannya, terutama sektor mikro dan kecil. Pada Agustus 2021, BI telah mengeluarkan Peraturan BI No 23/13/PBI/2021 tentang rasio pembiayaan inklusif makroprudensial bagi perbankan. Tujuannya untuk meningkatkan kredit bagi UMKM oleh perbankan.

Melalui PBI ini, BI mewajibkan bank memenuhi rasio pembiayaan inklusif makroprudensial dengan ketentuan paling sedikit 20% pada akhir Juni 2022 dan posisi akhir Desember 2022.

Optimisme dan Sinergi

Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam Economy Outlook 2022 yang digelar Beritasatu Media Holding (BSMH), Senin (22/11/2021). Foto: Investor Daily/David Gita Rosa
Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)   Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, mengawali tahun 2022, LPS mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelaku industri dan masyarakat, serta dukungan, koordinasi, dan sinergi yang telah terbangun antara LPS dan anggota KSSK lainnya, Kemenkeu, BI, dan OJK dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Mari kita songsong 2022 dengan semangat dan optimism yang tinggi untuk terus mendorong pemulihan ekonomi nasional yang lebih cepat,” ucapnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam pembukaan dalam acara OJK Virtual Innovation Day 2021, Senin (11/10). foto: Investor Daily/Nida Sahara
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso  foto: Investor Daily/Nida Sahara

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengemukakan, kerja sama antara OJK bersama semua pihak telah berjalan baik dan mesra, terutama di masa pandemi. “Kita harus bisa menjaga sektor keuangan ini stabil,” kata dia.

Menurut dia, masih banyak hal yang perlu dilakukan secara bersama-sama. Dengan modal sinergi, dia yakin bisa melalui masa-masa yang akan datang dengan lebih baik, meski tantangan tersebut sudah berbeda dan tidak mudah, termasuk dari berbagai kondisi di negara lain.

“OJK stand ready untuk selalu bersinergi seperti tahun-tahun sebelumnya, bahkan harus kita perluas dalam beberapa hal. Kami harapkan bagaimana kita saling mendukung dan terutama terkait G20, OJK juga akan selalu stand ready untuk menyukseskan agenda Presidensi Indonesia di G20,” ujarnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri atas) bersama Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki  (kanan atas) dan bawah, dari kiri ke kanan, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI Sugeng, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, dan Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono, saat Silaturahmi Tahun Baru 2022 Bank Indonesia dengan pimpinan redaksi media massa nasional, Senin (3/1/2022). Hadir pula pada kesempatan itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Foto: BeritaSatu Photo/Humas BI
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri atas) bersama Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki (kanan atas) dan bawah, dari kiri ke kanan, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI Sugeng, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, dan Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono, saat Silaturahmi Tahun Baru 2022 Bank Indonesia dengan pimpinan redaksi media massa nasional, Senin (3/1/2022). Hadir pula pada kesempatan itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Foto: BeritaSatu Photo/Humas BI

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menambahkan, BI telah mendukung UMKM bisa bertahan selama pandemi Covid-19.

“Kita berharap kerja sama ini bisa kita teruskan untuk mendukung UMKM bangkit. Kita ingin terus melanjutkan, memperkuat ekosistem bagi UMKM untuk bisa naik kelas dan transformasi,” sebut dia.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskan, tahun baru 2022 dilandasi semangat dan optimism akan kebangkitan ekonomi.

Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri atas) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (kanan atas) dan bawah, dari kiri ke kanan, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI Sugeng, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, dan Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono, saat Silaturahmi Tahun Baru 2022 Bank Indonesia dengan pimpinan redaksi media massa nasional, Senin (3/1/2022). Hadir pula pada kesempatan itu Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Foto: BeritaSatu Photo/Humas BI
Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri atas) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (kanan atas) dan bawah, dari kiri ke kanan, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI Sugeng, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, dan Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono, saat Silaturahmi Tahun Baru 2022 Bank Indonesia dengan pimpinan redaksi media massa nasional, Senin (3/1/2022). Hadir pula pada kesempatan itu Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Foto: BeritaSatu Photo/Humas BI

“Saya semakin optimistis, karena BI selalu hadir mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif. Tahun 2022, kita ada beberapa perhelatan seperti G20, MotoGP, dan banyak sekali event nasional yang kami akan ikut fasilitasi,” kata dia.

Sandiaga menegaskan bahwa eventevent tersebut bukan hanya menarik kunjungan wisatawan dalam negeri dan mancanegara, tetapi juga mendatangkan devisa, menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan membangkitkan ekonomi.

“Kita percepat eksekusi dan implementasi program serta kebijakan untuk membangun kondisi sosio ekonomi masyarakat Indonesia secara komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN